Bentuk Lembaga Pengawas, Palestina Butuh Bantuan BPOM Indonesia
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Bentuk Lembaga Pengawas, Palestina Butuh Bantuan BPOM Indonesia

Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:21 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Palestina, Dr. Mai Kaila berpendapat, Palestina sangat membutuhkan bantuan Badan POM RI untuk membentuk lembaga pengawas obat dan makanan Palestina yang independen. Menkes Mai Kaila pun berharap dalam waktu dekat dapat dibahas roadmap dan plan of action untuk pembentukan Lembaga Palestina FDA, yang akan diformalkan terlebih dahulu dengan adanya MoU antara Badan POM dengan pihak otoritas regulator obat dan makanan di Palestina. Menkes Palestina meminta agar lembaga tersebut dapat terbentuk dalam waktu 6 bulan ke depan.

Mai Kaila menyampaikan niat baiknya tersebut saat menerima kunjungan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran di Ramallah, pekan lalu. Hadir dalam pertemuan ini, Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina dan Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Palestina, Maha Abu Sushe. “Saat ini belum ada lembaga independen di Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan dan mutu obat dan makanan. Peran pengawasan tersebut saat ini dilakukan oleh unit kerja kecil di bawah Kementerian Kesehatan Palestina,” terang Mai Kaila dalam pertemuan tersebut.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pun menyambut baik dan merasa terhormat atas permintaan Menkes Palestina itu. Dalam kunjungan ini, Kepala Badan POM juga menyampaikan bahwa saat ini Badan POM tengah memberikan peningkatan kapasitas di bidang pengawasan obat terhadap 14 perwakilan regulator obat Palestina dan dihadiri juga pertama kalinya oleh 3 wakil Jordan FDA di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) tahap kedua. KSS tahap pertama telah dilakukan pada 2018 yang melibatkan 6 orang peserta dari regulator Palestina.

Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Andi Rachmianto mengapresiasi kerja sama yang semakin kuat antara Badan POM dengan mitranya di Palestina.“Pertemuan Kepala Badan POM dengan Menkes Palestina ini merupakan hal yang sangat tepat dan sangat bersejarah bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Menkes Palestina juga menyatakan, sejumlah negara donor telah menyatakan ketertarikan di bidang obat dan makanan kepada Palestina, namun beliau memandang hal ini lebih baik dilakukan dengan Badan POM Indonesia. "Kami sangat bergantung kepada Badan POM terkait hal ini. Apalagi Badan POM telah menunjukkan komitmen yang nyata dengan melakukan capacity building secara berturut-turut selama dua tahun terakhir ini.

Kunjungan kerja Kepala Badan POM ke Ramallah Palestina difasilitasi Kedutaan Besar RI dan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina Maha Abou Susheh. Selain bertemu dengan Menkes Palestina, Kepala Badan POM diterima oleh Menteri Perekonomian Palestina, Khaled al-Osaily bersama dengan sejumlah Pelaku Usaha Palestina dan membahas sejumlah isu perdagangan obat dan makanan.
“Ke depan, diharapkan semakin banyak produk obat dan makanan Indonesia dapat memasuki pasar Palestina dan demikian juga sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Penny, pertemuan di Ramallah semakin memperkuat komitmen kerja sama diantara regulator kedua negara. Untuk itu, Badan POM dan Kementerian Kesehatan Palestina akan membentuk MoU yang salah satunya akan mengatur upaya bersama membantu perkuatan kapasitas regulator Obat dan Makanan Palestina, serta fasilitasi Badan POM untuk terbentuknya Lembaga independen pengawasan Obat dan Makanan, sehingga aspek keamanan dan mutu Obat dan Makanan bagi masyarakat Palestina terjamin. “Demikian juga pengawasan dan fasilitasi untuk perdagangan ekspor impor obat dan makanan diantara kedua belah pihak," kata Penny.



Sumber:PR


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Perang Dagang Picu Resesi Ekonomi tanpa Jaring Pengaman

Laporan daya saing global World Economic Forum (WEF) 2019, menyebutkan ekonomi global sedang melaju ke krisis ekonomi tanpa jaring pengaman.

DUNIA | 10 Oktober 2019

KJRI Hong Kong Desak Selidiki Tertembaknya Wartawan WNI

KJRI di Hong Kong mendesak otoritas setempat menyelidiki peristwa tertembaknya wartawan wartawan warga negara Indonesia (WNI), Veby Mega Indah.

DUNIA | 10 Oktober 2019

Negara Kompetitif, Singapura Singkirkan AS

World Economic Forum dalam laporan yang diumumkan Rabu (9/10/2019), menempatkan Singapura sebagai negara paling kompetitif di dunia, melampaui Amerika Serikat.

DUNIA | 10 Oktober 2019

IMF: Semua Kalah dalam Perang Dagang

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan semua pihak kalah dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

DUNIA | 10 Oktober 2019

Pemimpin Muda Indonesia-Korsel Perkuat Hubungan Kedua Negara

Kemlu mempertemukan 26 pemuda dari Indonesia dan Korsel dalam acara bertajuk “The First Republic of Indonesia (RI)-Republic of Korea (ROK) Young Leaders'

DUNIA | 10 Oktober 2019

Dunia Kecam Serangan Turki di Suriah

Turki telah melancarkan operasi militer terhadap militer Kurdi di timur laut Suriah, Rabu (9/10).

DUNIA | 10 Oktober 2019

Presiden Azerbaijan Angkat Sekutu Jadi PM

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev lantas mengganti perdana menterinya dengan loyalis yang juga penasihat ekonomi dan sekutu lama, Ali Asadov.

DUNIA | 10 Oktober 2019

WNI Bawa Sabu-sabu di Filipina Bisa Terancam Hukuman Maksimal Seumur Hidup

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Filipina memastikan akan memberikan pendampingan hukum kepada WNI yang ditangkap karena membawa sabu-sabu.

DUNIA | 10 Oktober 2019

Defisit Rp 3,2 Triliun, PBB Kehabisan Uang

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan badan dunia yang dikelolanya mengalami defisit US$ 230 juta atau sekitar Rp 3,26 triliun.

DUNIA | 10 Oktober 2019

Gedung Putih Blokir Penyelidikan Pemakzulan Trump

Gedung Putih menolak bekerja sama dan memblokir penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump yang sedang dilakukan Kongres Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 10 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS