Stafsus Wapres: Kolaborasi Multisektor Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Stafsus Wapres: Kolaborasi Multisektor Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan

Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:20 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com – Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden RI Dr Lukmanul Hakim mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 diperlukan kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan.“Dengan kerja sama, sinergi, dan gotong royong semua sektor, produksi pangan akan meningkat signifikan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor,”ungkap Staf Khusus Wakil Presiden RI Dr Lukmanul Hakim, di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut Stafsus Wapres yang membidangi sektor ekonomi dan keuangan ini, ada empat pilar ketahanan pangan yang harus menjadi konsen semua pemangku kepentingan, yakni ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, dan stabilitas pangan.“Seringkali ketersediaan pangan ada di petani, namun petani tidak memiliki akses ke pasar mengakibatkan harga pangan di petani murah, sementara masyarakat di perkotaan tidak memiliki akses ke sumber pangan yang mengakibatkan harga pangan mahal,”paparnya.

Lukmanul Hakim memaparkan Wakil Presiden RI KH Maruf Amin memprioritaskan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan dan pengembangan UMKM, pengembangan ekonomi syariah, dan peningkatan ketahanan pangan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Wakil Presiden RI juga meminta Kementerian Pertanian untuk membangun ekosistem pertanian di pesantren.
Kebijakan pemerintah dalam ketahanan pangan, jelas Lukmanul Hakim, adalah memastikan petani tetap berproduksi dan berpenghasilan, menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga, memastikan kelancaran distribusi, menjaga daya beli masyarakat, optimalisasi pemanfaatan pangan lokal, dan pengembangan teknologi praktis yang aplikatif bagi petani.

Sektor pangan menjadi isu global di tengah pandemi ini. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengingatkan ancaman krisis pangan kemungkinan terjadi bila masing-masing negara tidak melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menyediakan kebutuhan pangannya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi produsen pangan dunia. Dengan kondisi iklim tropis, Indonesia dapat kembali memperkuat sektor agraris untuk menjadi produsen pangan, hortikultura, dan produk pertanian lainnya. Sektor pertanian memiliki kontribusi besar dalam Produksi Domestik Bruto (PDB), yaitu sekitar 12,8%.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada semester I-2020 serkitar 16,8 juta ton sedangkan konsumsi beras pada paruh pertama tahun ini sebesar 15 juta ton. Surplus beras ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan pada semester II-2020 dimana pada umumnya produksi padi mengalami penurunan. Untuk itu intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian pangan juga harus terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan pangan dan ketahanan pangan nasional.



Sumber:PR


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Kreativitas Guru SDN 1 Polisi Bogor dalam PJJ Dipuji Nadiem

Mendikbud Nadiem Makarim mengapresiasi kreativitas guru SDN 1 Polisi Bogor dalam menyelenggarakan PJJ.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Realisasi APBD Rendah, Inspektorat Diminta Turun Tangan

Bahkan, ada tiga daerah yang realisasi anggarannya di bawah 10%.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Kempupera Salurkan Program BSPS di Riau

Kempupera melakukan serah terima hasil pembangunan rumah BSPS sebanyak 310 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Kemunculan Organisasi KAMI Demi Apa? Ini Pandangan Sejumlah Tokoh

Sejumlah tokoh membahas motivasi di balik pendirian KAMI yang dibentuk oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin dan kawan-kawan.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Meningkatnya Kasus Positif Covid-19 Kemungkinan Dipicu Kegiatan Keagamaan

Kegiataan keagamaan menyebabkan orang berkumpul dan tidak menjaga jarak di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan penularan.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Kepala BNPT Kunjungi Peternak Ayam Petelur Mantan Napiter

Setelah sadar akan perbuatan kesalahan masa lalunya dan kembali untuk setia kepada NKRI, kelimanya membuka usaha ternak ayam.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Wamenag: Madrasah dan Pesantren Harus Beradaptasi dengan Covid-19

Langkah ini menjadi keputusan terbaik karena tak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

FSGI: Pemerintah Harus Bersatu untuk Beri Fasilitas Pendidikan di Masa Pandemi

Harus ada gotong royong lintas kementerian untuk menjawab persoalan seperti tiada jaringan internet, ketiadaan gawai, dan guru kesulitan akses ke rumah siswa.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Restrukturisasi Kredit UMKM di Sumut Disetujui Rp 21,52 Triliun

Hingga akhir Juni 2020 nominal restrukturisasi kredit yang telah disetujui di Sumut tercatat sebesar Rp 21,52 triliun.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Klaster Sekolah Bermunculan, FSGI Minta Pemerintah Fokus pada Pembelajaran Jarak Jauh

Di antaranya adalah klaster sekolah di Tulungagung, Lumajang, Kalimantan Barat, Tegal, Cilegon, Sumedang, dan Pati.

NASIONAL | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS