Tono Suratman Minta Munas PGI Cukup Sehari

Tono Suratman Minta Munas PGI Cukup Sehari
Tono Suratman. ( Foto: Antara )
Alexander Madji / AMA Kamis, 29 November 2018 | 13:07 WIB

Surabaya - Ketua Umum KONI Tono Suratman meminta musyawarah nasional (munas) Pengurus Pusat Persatuan Golf Indonesia (PP PGI) cukup berlangsung sehari. Apalagi kalau peraturan tata tertib sudah disepakati dan hanya dua calon ketua umum yang maju. Yang dibutuhkan tinggal menetapkan ketua umum terpilih.

"Kalau bisa selesai satu hari, kenapa harus diperlama dua hari. Selebihnya musik mainkan. Itu pengalaman saya selama memimpin munas," kata Tono Suratman dalam sambutannya saat membuka munas PGI di Grand City dan Conventon and Exhibition Surabaya, Kamis (29/11).

Munas PP PGI dijadwalkan berlangsung selama dua hari mulai Kamis (29/11) ini hingga Jumat (30/11) besok. Selain rapat-rapat komisi, munas ini juga akan memilih ketua umum baru. Hingga Kamis (29/11) siang, hanya ada dua calon ketua umum yang akan maju yaitu calon petahanan, Murdaya Po dan Muhdi PR.

Menurut Tono, Murdaya Po tergolong sukses menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PP PGI selama empat tahun terakhir. "Kalau kita melihat tayanangan tadi, saya tidak bisa menghitung prestasi yang diraih atlet golf Indonesia. Saya hanya bisa berterima kasih kepada Pak Murdaya Po. Apalagi, tugas sebagai ketua umum tidak semudah yang dibayangkan oleh mereka yang belum pernah menjadi ketua umum," ujarnya lebih lanjut.

Sehubungan dengan pemilihan ketua umum baru, ia berharap untuk tidak memilih hanya karena berdasarkan suka tidak suka. Melainkan melihat capaian-capaian yang sudah diraih lewat prestasi para atlet di lapangan. Meski demikian, Tono Suratmna tidak secara terus terang memperlihatkan dukungannya kepada salah satu dari dua calon ini.

"Siapa pun yang terpilih sebagai ketua umum yang terpenting mereka bekerja dan berorientasi pada prestasi atlet," ujarnya menambahkan kepada wartawan setelah pembukaan Munas.

Ke depan, ia berharap ada perampingan organisasi agar lebih efisien. Sebab banyak klub yang tidak memiliki atlet golf. "Ini usulan saya dan bapak ibu peserta munas yang akan menentukan," ujarnya lagi

Sementara terkait jumlah atlet golf Indonesia yang dinilai masih minim, Tono berharap agar setiap lapangan gol memiliki paling sedikit lima atlet. "Saya kira, Indonesia akan berlimpah atlet golf kalau saja setiap langan golf yang begitu banyak masing-masing memiliki lima atlet. Kelima atlet tersebut menjadi semacam CSR (Corporate Social Responsebility) dari lapangan-lapangan golf tersebut," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE