Pendukung Muhdi PR Walk Out dari Munas PP PGI

Pendukung Muhdi PR Walk Out dari Munas PP PGI
Pendukung Muhdi PR, Max Sopacoa, berbicara kepada media setelah meninggalkan ruang munas PP PGI di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Kamis (29/11) ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Kamis, 29 November 2018 | 14:27 WIB

Surabaya - Kelompok pendukung Muhdi PR keluar dari ruang sidang (walk out) musyawarah nasional (munas) Pengurus Pusat Persatuan Golf Indonesia (PP PGI) yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Kamis (29/10) siang. Aksi walk out ini dipelopori oleh pengurus provinsi (Pengprov) Jawa Barat.

Muhdi PR yang juga berada di ruang sidang munas ikut walk out bersama pendukungnya. Tampak juga tim suksesnya, Max Sopacoa. Mereka berkumpul di sebuah restoran di pusat perbelanjaan yang masih berada di gedung yang sama dengan lokasi munas. Di sana, mereka juga langsung memasang spanduk munas PP PGI 2018.

Ketua Pengprov Jabar Sirod Zudin kepada wartawan mengatakan, mereka memilih keluar dari ruang sidang karena penyelenggaraan munas PP PGI ini sudah menyalahi aturan. “Kami tahu aturan dan ingin supaya munas ini berjalan sesuai aturan,” ujarnya saat ditanya begitu keluar ruangan.

Saat ditanya apakah mereka akan menggelar munas tandingan, Sirod mengaku belum bisa memastikan mengambil langkah tersebut. “Belum tahu, belum tahu. Kami masih menunggu,” imbuhnya.

Ketika ditanya tentang jumlah peserta munas yang meninggalkan ruang sidang, Sirod mengaku jumlahnya sekitar 150 orang. Dan, mereka bukan hanya dari Jabar, tetapi juga beberapa pengurus dari pengprov lain. “Meskipun tidak semua pengurus pengprov ikut walk out,” katanya.

Sebelum meninggalkan ruang sidang, para pendukung Muhdi PR melakukan protes kepada pemimpin sidang. Bahkan mereka maju hingga meja pimpinan sidang.

Sementara itu, panitia penyelenggara menghitung jumlah peserta munas asal Jawa Barat yang meninggalkan ruang sidang hanya berjumlah 80 orang. “Memang itu belum terhitung dengan derah lain yang terpengaruh dengan Pengprov Jawa Barat, “ kata pantia penyelenggara yang enggan disebut namanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE