Terpilih Secara Aklamasi, Murdaya Po Kembali Pimpin PGI

Terpilih Secara Aklamasi, Murdaya Po Kembali Pimpin PGI
Murdaya Po (kiri) menerima bendera PP PGI dari Ketua Sidang Munas PP PGI, Agus Suhartono (kedua dari kiri) di Surabaya, Kamis (29/11). Murdaya Po terpilih kembali sebagai Ketua Umum PP PGI selama empat tahun ke depan. ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Kamis, 29 November 2018 | 20:08 WIB

Surabaya - Murdaya Po akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Golf Indonesia (PP PGI) pada musyawarah nasional (munas) yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Kamis (29/11).

Dengan terpilih kembalinya Murdaya Po untuk periode 2018-2022, maka munas yang dijadwalkan berlangsung dua hari yaitu Kamis (29/11) dan Jumat (30/11) hanya berlangsung sehari. Selanjutnya, para peserta diberi kebebasan untuk bermain golf di beberapa lapangan golf di Surabaya pada Jumat (30/11).

Proses terpilih kembalinya Murdaya Po berlangsung sangat cepat dan mulus setelah kelompok pendukung Muhdi PR meninggalkan ruang sidang atau walk out. Setelah rapat pleno untuk mendengar, membahas, dan mengesahkan hasil rapat komisi satu dan dua, rapat pleno ketiga langsung dibuka. Kali ini, tim penjaringan dan penyaringan calon ketua umum membacakan jumlah calon yang bertarung pada pemilihan ketua umum baru.

Hingga pendaftaran ditutup pada 15 November 2018, hanya dua calon yang mendaftar yaitu Murdaya Po, calon petahana, dan Muhdi PR. Berdasarkan ketentuan syarat dukungan, yaitu minimal mendapat dukungan tertulis dari enam pengurus provinsi (pengprov), ternyata hanya Murdaya Po yang memenuhi syarat. Dia mendapat dukungan dari 22 pengprov.

Bahkan, dua pengprov lainnya yaitu Banten dan Bengkulu mengaku sudah memberikan dukungan tertulis kepada Murdaya Po, tetapi panitia penjaringan dan penyaringan tidak menerima berkas-berkasnya. Mereka pun minta dimasukkan dalam daftar dukungan tertulis untuk Murdaya Po dan disetujui peserta munas.

Sementara Mudhi PR hanya mendapat satu dukungan tertulis yaitu dari Pengprov Jambi. Justru Pengprov Jawa Barat yang memelopori aksi keluar dari ruang sidang ternyata tidak memberikan dukungan tertulis untuk Muhdi.

Setelah dinyatakan sah dan menjadi calon tunggal, pemimpin sidang, Agus Suhartono sempat meminta Murdaya Po untuk memaparkan misi visi. Hanya saja, Po tidak memanfaatkan waktu tersebut untuk memaparkan misi dan visi secara panjang lebar, karena bahan tertulis sudah dibagikan kepada peserta munas.

Selanjutnya, Agus Suhartono menanyakan ke peserta munas apakah Murdaya Po bisa ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP PGI? Semua kompak menjawab setuju. Maka sejak saat itulah Murdaya Po terpilih kembali sebagai Ketua Umum PP PGI untuk kedua kalinya dan menjabat hingga 2022.

“Mari kita melanjutkan program-program pembinaan atlet-atlet junior kita sehingga bisa menjadi atlet yang membanggakan Indonesia di masa mendatang. Kerja keras kita semua selama empat tahun ke depan pasti akan membuahkan hasil yang maksimal,” kata dia dalam sambutan saat menutup munas tersebut.

Kepada wartawan, Murdaya Po mengaku, fokusnya selama empat tahun ke depan adalah mengutamakan prestasi atlet golf. “Cita-cita saya, pada 10 tahun ke depan, Indonesia sudah punya atlet golf yang menjadi pegolf dunia,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada peserta munas atas dukungan dan kepercayaan yang mereka berikan sehingga bisa terpilih kembali. Ia pun mengajak semua pengurus daerah untuk bekerja bersama membangun prestasi golf Indonesia yang lebih baik lagi selama empat tahun ke depan.

Selain itu, selama empat tahun ke depan, ia tetap mempertahankan posisi pelatih asing yang saat ini melatih para atlet golf Indonesia. Dua pelatih asing asal Australia itu juga menghadiri munas tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE