Popsivo dan Samator Berambisi Kawinkan Gelar Juara Proliga

Popsivo dan Samator Berambisi Kawinkan Gelar Juara Proliga
Pebola voli Jakarta Popsivo Polwan, Dhini Indah Sari (kanan) dan Arsela Nuari (kiri) berusaha menghalangi smes yang dilepaskan pebola voli Gresik Petrokimia Yeliz Basa (tengah) saat laga Proliga Bola Voli 2018 Putaran Pertama di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (20/1). Jakarta Popsivo Polwan kalah dengan skor (2-3) yakni 25-18, 18-28, 22-25, 25-20, dan 13-15. ( Foto: ANTARA FOTO / Andreas Fitri Atmoko )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 6 Desember 2018 | 11:39 WIB

Jakarta - Tim bola voli putri Popsivo Polwan dan putra Bhayangkara Samator berambisi mengawinkan gelar juara Proliga 2019. Target tinggi ini dipatok karena kedua tim memiliki komposisi pemain terbaik di Tanah Air. Apalagi, Samator berstatus sebagai juara bertahan.

“Target kami menjadi juara baik Popsivo maupun Bhayangkara Samator. Kedua tim miliki sederet pemain tim nasional dan mereka harus memberikan suatu yang terbaik untuk kita,” kata Pembina Popsivo Polwan dan Bhayangkara Samator, Irjen Pol Refdi Andri di Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Refdi yang juga menjabat Kakorlantas Polri, mereka sangat yakin bisa mencapai target tersebut karena Popsivo diperkuat lima pemain yang memperkuat Timnas Indonesia pada Asian Games 2018 seperti Amalia Fajrina, Berlian Marsela, Arsela, Wilda Siti, dan Aprilia Manganang. Ditambah lagi dua pemain asing yaitu pengumpan (tosser) impor asal Thailand, Pornpun Guedoarp, dan pemain asal Turki, Yeliz Basa. Tim putra Bhayangkara Samator juga dibela lima pemain Timnas Indonesia, yaitu Mahfud Cahyadi, Syamsul Kohar, Rendy Tamamilang, Nizar Zulfikar, dan Rivan Mulki plus setter asal Kuba Yosvani Gonzales Nicolas.

Manager Bhayangkara Samator, Kombes Pol Nanang Masbudi menambahkan, tim yang akan diturunkan untuk Proliga musim ini sama dengan tahun lalu. Sebab, pihaknya ingin mempertahankan gelar juara Proliga. “Kami sudah melakukan persiapan tim dengan matang. Saat pemain siap tempur dan bisa menjadi juara. Dengan komposisi yang sekarang, Timnas Indonesia melawan Pertamina, BNI, dan Bank Sumsel. Pemain timnas semua yang kita turunkan, minus Sigit. Tapi ada Nicolas yang serba bisa. Ia mampu bermain di semua posisi dan lihat lawan kita nanti,” ujar Nanang.

Samator, kata dia, ingin mengukir sejarah baru di dunia bola voli meraih gelar juara dua kali secara beruntun. Sebab hingga saat ini, tidak ada juara bertahan Proliga yang bisa menjadi juara lagi tahun berikutnya. Mitos dan kutukan juara bertahan inilah yang ingin dipatahkan.

Ambisi serupa disampaikan manager Popsivo PGN Polwan, Kombes Pol, Prahoro Tri Wahyono. Menurutnya, tahun ini mereka harus menang setelah dalam beberapa tahun terakhir belum bisa mencicipi gelar juara. Dengan diperkuat lima pemain Timnas Indonesia diharapkan, Popsivo akan meraih gelar juara yang diharapkan.

“Selama tujuh kali Proliga, tahun kemarin kita masuk rangking 3. Harapan kita di 2017 masuk nomor dua dan 2018 harusnya nomor satu tapi justru turun ke posisi ketiga. Harusnya, tahun ini kita bisa jadi nomor satu, harapannya masuk grand final,” tutup Prahoro.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE