Masa Depan Golf Indonesia Cerah

Masa Depan Golf Indonesia Cerah
Ketua Umum PGI Murdaya Po memberi sambutan pada pebukaan Internationl Golf Junior Championship 2018 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Senin (17/12). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Kamis, 20 Desember 2018 | 21:10 WIB

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PGI) Murdaya Po sangat optimistis, masa depan cabang olahraga golf Indonesia sangat cerah. Pasalnya, beberapa pemain junior bisa bersaing dan meraih gelar pada kejuaraan internasional bertajuk "Tabungan BRI Junio Pondok Indah International Junior Golf Championship" yang baru berakhir, Kamis (20/12).

Salah satu pegolf muda Indonesia, Jose Suryadinata sukses menjadi yang terbaik di kelas A (usia 16 tahun) putra. Meskipun, secara umum, ia hanya menempati posisi kedua di bawah pegolf Thailand, Pongsapak Laopakdee, yang keluar sebagai juara umum. Posisi ketiga dan keempat juga dihuni pegolf muda Indonesia, masing-masing atas nama Rendy Arbenata Mohamad Bintang dan Bergas Batara Anargya.

“Saya terharu sekali. Setelah empat tahun, usaha kita untuk pembinaan para pemain junior sudah mulai kelihatan hasilnya. Sudah ada yang juara pada kejuaraan internasional seperti ini,” kata Murdaya Po kepada wartawan setelah pemberian penghargaan pada penutupan kejuaraan tersebut di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Kamis (20/12).

Ia yakin pada 10 tahun ke depan, kualitas golf Indonesia semakin bagus dan para pegolf Tanah Air bisa berbicara di kancah Internasional. “Saya punya planning 10 tahun. Baru empat tahun saja, kita sudah bisa mencetak hasil seperti ini. Golf Indonesia punya masa depan yang bagus,” kata Po lagi.

Untuk mengejar ketinggalan dari Thailand, Indonesia butuh waktu dan kerja lebih keras. Menurutnya, Indonesia tertinggal 15 tahun dari Thailand. Thailand memiliki lebih dari 3.000 atlet golf. Korea Selatan punya lebih banyak lagi. Sementara Indonesia hanya punya 50 orang atlet golf. Namun, ini sudah jauh lebih bagus dari beberapa tahun silam yang jumlah atletnya bisa dihitung dengan jari. Ke depan, kata dia, Indonesia perlu mencetak atlet golf lebih banyak lagi.

Senada dengan itu, pegolf muda asal Jawa Timur, Jose Suryadinata yang menjadi juara dua pada kejuaraan ini mengaku, kualitas pegolf Thailand memang jauh lebih bagus dari Indonesia. Karena itu, tidak heran mereka menyapu sejumlah gelar pada kejuaraan junior ini.

“Kualitas kompetisi dalam negeri mereka sangat bagus. Mereka sudah terbiasa berkompetisi dengan pegolf-pegolf bagus. Begitu bertanding ke keluar, mereka tidak kesulitan. Dan, sepertinya dukungan federasi dan pemerintahnya juga bagus,” ujar pegolf berusia 16 tahun yang juga atlet golf PON dari Jawa Timur tersebut.