Forum Peduli Olahraga Laporkan PB PJSI ke LBH Jakarta

Forum Peduli Olahraga Laporkan PB PJSI ke LBH Jakarta
Sekjen PB KI, Kresna Bayu yang juga Ketua Panitia Pelaksana Seleknas (tengah) sedang memberikan pengarahan pada para atlet kurash. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 11 Januari 2019 | 07:53 WIB

Jakarta - Forum Peduli Olahraga (FPO) memprotes keputusan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) yang melakukan pelarangan pejudo terjun ke olahraga lain. Mereka pun mendatangi dan melaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Surat pelarangan pejudo untuk melakukan olahraga lain tertuang dalam surat edaran PB PJSI Nomor : PB/214/KU-05/Judo/XI/2018, perihal pengurus, pelatih, wasit dan atlet judo ke cabor lain. Dalam surat ini ditetapkan bahwa mereka harus memilih olahraga judo atau tidak.

Ketua FPO Krisna Bayu menegaskan sikap itu jelas melanggar hak asasi manusia (HAM), UUD 45 pasal 28 tentang kebebasan untuk berkumpul dan mengembangkan dirinya. Selain itu juga melanggar UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) pasal 6 dan Pancasila sila kelima.

"Kami mencari keadilan. Dengan adanya surat pelarangan itu olahraga tidak boleh mengekslusifkan diri, justru olahraga bersifat universal. Untuk itulah kami melaporkan adanya pelarangan tersebut, agar nantinya laporan ini data diteruskan oleh pihak LBH Jakarta kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/1).

Menurutnya, setiap orang boleh mengembangkan dirinya dan berprestasi untuk kebanggaan bangsa dan negara, contohnya, pada Asian Games ke 18 tahun 2018 di Jakarta-Palembang lalu, para pejudo bertanding di dua cabor, yakni sambo dan kurash serta jujitsu.

"Hasil buruk yang dicapai judo di Asian Games 2018 lalu sebagai bukti nyata selama ini PJSI tidak berbuat apa-apa. Seusai kegagalan di Asian Games 2018 itu semestinya ada evaluasi nyata untuk kemudian berbenah diri menuju event selanjutnya, bahkan pejudo Merah Putih meraih medali perunggu di cabor beladiri kurash, sedangkan judo sendiri tidak merebut medali satu pun,” tegas Krisna pemerhati olahraga yang peduli dengan atlet Indonesia.

Ditambahkannya tahun ini ada SEA Games di Filipina dan babak kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Kedua even tersebut selayaknya menjadi ajang untuk bangkit karena potensi judo untuk berprestasi lebih baik lagi sangat terbuka. Diakui keputusan PB PJSI ini adalah terburu-buru dan terdapat tendensi sentimen pribadi.

Di tempat yang sama, Perwakilan LBH Jakarta, Rusdi Marpaung mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari Forum Peduli Olahraga terkait larangan pejudo tampil di olahraga lain.

“Kami berharap PJSI dan FPO duduk bersama dulu, dan pihaknya juga siap menjadi jembatan kedua belah kubu, hal ini dimediasi lebih awal, agar mendapat solusi,” ucap Rusdi.



Sumber: Suara Pembaruan