Libas PLN, Putri Pertamina Lolos ke Final Four

Libas PLN, Putri Pertamina Lolos ke Final Four
Pertandingan Proliga antara Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta Elektrik PLN, di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, 18 Jan. 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Jumat, 18 Januari 2019 | 21:37 WIB

Pekanbaru - Juara bertahan putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) kembali bangkit untuk mengalahkan Jakarta Elektrik PLN dengan skor 3-0 (25-22, 25-20, 25-23), pada seri kedua putaran kedua Proliga 2019 yang berlangsung di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, Jumat (18/1).

Kemenangan ini sekaligus memastikan tim asuhan M. Ansori itu satu tempat di babak final four.

Jakarta Pertamina Energi memulai set pertama dengan langsung menekan pertahanan lawan, hingga mampu membuat mereka tertinggal tipis 10-12. Sempat mengejar dengan menyamakan 16-16, Novia Andriyanti dkk. menutup set dengan menang 25-22.

Memasuki set kedua Jakarta Elektrik PLN berhasil memimpin 7-4, meski tak bertahan lama, karena JPE membalikkan keadaan dengan melancarkan serangan dan mampu mengakhiri set kedua dengan 25-20.

Tanpa kesulitan pada set kedua itu Jakarta Pertamina Energi mampu memimpin pertandingan dari awal hingga akhir, sehingga laga berakhir dengan skor tertinggal jauh 25-20.

“Kita dikasih poin bagus hari ini, kemenangan ini membuat kami memastikan lolos ke final four, dan nanti kita di Solo baru bisa ditentukan, karena masih akan menghadapi dua laga. Tadi memang masih banyak melakukan kesalahan, pemain asingnya yang baru (Bethania De La Cruz) masih banyak kurangnya juga, tapi paling tidak Anna, tidak kerja sendiri kali ini,” ujar pelatih Jakarta Pertamina Energi, M. Ansori usai pertandingan.

Evaluasi akan lebih ditekankan kepada komunikasi. Manajer JPE, Widi Triyoso mengatakan bahwa untuk laga ini sudah banyak yang dipersiapkan kepada atlet, dan lebih mempersiapkan mentalnya.

“Setelah kegagalan di Palembang kemarin kita memang melakukan evaluasi besar-besaran dan selama dua minggu juga kita mempersiapkan atlet satu per satu lebih kepada psikologinya dan kita pun memberikan semua solusi yang dibutuhkan oleh atlet,” ungkap Widi.

Sementara itu, Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN, Octavian mengatakan bahwa perkembangan anak asuhnya sudah jauh lebih baik, meski sampai saat ini masih belum mampu mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Kita sudah berusaha yang terbaik, walaupun masih belum mendapatkan hasil yang kita harapkan. Tapi sebenarnya ini sudah diperkirakan. Bukan karena tidak optimis tapi Pertamina cukup senior dan ditambah lagi tadi pemain asingnya yang baru bagus banget sehingga kita kesulitan,” kata Octavian.

“Kita dari pelatih sendiri menekankan kepada pemain untuk bermain lepas, tanpa beban. Tapi karena kalau ingin bisa lolos masuk 4 besar, kita harus menang laga ini,” tuntasnya.

Jakarta Elektrik PLN masih memiliki peluang lolos ke final four, dengan catatan tim besutan Tien Mei itu menang dua laga sisa, yakni menghadapi Bandung Bank bjb Pakuan, Sabtu (19/1) ini di Pekanbaru dan Jakarta BNI 46 di Solo (25/1).

Jika kalah dari Bank bjb, maka pupus sudah harapan Jutarat dkk. tampil di babak empat besar. Hingga laga keenamnya pada musim kompetisi ini, PLN belum sekalipun memenangkan laga dan hanya mendapatkan satu poin ketika kalah 2-3 dari Bank bjb di putaran pertama lalu. Sedangkan Bak bjb sudah memenangkan dua laga dan mengumpulkan nilai 5 serta berada di peringkat keempat klasemen sementara.



Sumber: Suara Pembaruan