Taklukkan BNI, Popsivo Buka Peluang ke Grand Final

Taklukkan BNI, Popsivo Buka Peluang ke Grand Final
Libero Jakarta PGN Popsivo Polwan Berlian Marsheila (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya Arsela Nuari Purnama dan di belakang terlihat Aprilia Manganang. ( Foto: Istimewa )
Bernadus Wijayaka / HA Minggu, 10 Februari 2019 | 22:09 WIB

Kediri, Beritasatu.com - Jakarta PGN Popsivo Polwan menghidupkan peluangnya ke grand final setelah mengalahkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1, Minggu (10/2), yang merupakan kemenangan kedua dari tiga laga yang telah dijalani di babak final four Proliga 2019.

Dalam pertandingan di GOR Joyoboyo Kediri, Jawa Timur, tersebut, Amalia Fajrina dkk menang dengan skor 25-23, 22-25, 27-25, 25-21.

Setelah dikalahkan Jakarta Pertamina Energi 0-3 di laga sebelumnya, Popsivo memulai pertandingan dengan permainan agresif melawan tim yang sama-sama baru mengemas satu kemenangan. BNI cukup disiplin menjaga pertahanan sehingga set pertama berlangsung sengit meskipun Popsivo lebih unggul.

Memasuki set kedua BNI 46 langsung membalikkan keadaan dengan terus menekan lawan. Kedua tim sama-sama cukup sering mengganti pemain, dan akhirnya perjuangan Tri Retno Mutaiara dkk pun berhasil menuntaskan laga 25-22.

Memasuki set ketiga pertandingan sempat ditunda selama 1 jam 7 menit, karena hujan dan ada sedikit bocor di lapangan. Meski sempat istirahat ternyata kedua tim masih tetap panas dan langsung saling menghantam lawan. Pertandingan harus diselesaikan dengan skor alot 27-25 untuk Popsivo.

Pada set keempat, Popsivo yang didominasi pemain nasional termasuk Aprilia Manganang dan pemain asal Turki Yeliz Basa tidak memberi kesempatan kepada BNI untuk melawan balik dan menuntaskannya dengan selisih empat poin.

Pelatih PGN Popsivo Polwan Chamnan Dokmai asal Thailand mengatakan anak asuhnya cenderung bermain grogi setelah melakukan kesalahan sehingga berdampak buruk pada kinerja keseluruhan seperti ketika mereka dikalahkan Pertamina Energi. Padahal menurut statistik set ketiga dan kedua timnya hanya membuat lima kesalahan di receive sehingga itu yang harus diperbaiki, yaitu pola pikir di lapangan.

"Sebenarnya saat set pertama bagus, setelah berhenti taktiknya hilang cuma menghandalkan power saja, dan tidak bisa kombinasi. Setelah berhenti terlalu lama juga mainnya lebih hati-hati karena licin. Sebenarnya kita tidak memberi apa-apa tapi lebih kepada saran saja. Pemain Indonesia sebenarnya bagus tapi ketika melakukan kesalahan kadang pola pikirnya masih mikir ini itu, sehingga menyalahkan diri sendiri dan takut. Kalau mereka memilik mental yang bagus mungkin Thailand juga akan kesulitan menghadapi pemain Indonesia," Ujar Chamnan usai pertandingan.

Dia juga memberi masukan terhadap sistem kompetisi Proliga yang menurutnya kurang menguntungkan karena pada babak final four semua tim yang lolos harus mulai dari nol lagi, sehingga periode panjang penyisihan seperti tidak ada artinya.

"Sebenarnya sistem di proliga sedikit merugikan, kalau di Thailand dan Korea biasanya yang sudah berada di peringkat pertama itu tinggal menunggu untuk final dan hasil dari ketiga tim, tapi di sini harus bertanding semua. Kalau untuk di Malang jadwal tidak ada yang merugikan, kita lawan Pertamina terakhir jadi Pertamina tidak bisa main mata dengan BNI 46, semua tergantung kita. Kita tahu pertandingan mana yang penting buat kita ambil, kalau kita bisa (menang) lawan bjb dan BNI kita bisa peringkat dua nantinya."

Pertamina menjadi lawan yang sulit dikalahkan sejak kehadiran pemain asal Republik Dominika, Bethania De La Cruz, ujarnya.

"Adanya De La Crus juga bisa membantu menaikkan mental anak-anak, saya juga masih cari cara untuk bagaimana membuat De La Cruz tidak dimainkan," candanya.

Pelatih Jakarta BNI 46 Risco Herlambang mengatakan jeda akibat kebocoran atap cukup berdampak para permainan anak asuhnya, tetapi cepat menambahkan hal itu tidak bisa dijadikan alasan.

"Di set keempat mungkin faktor keberuntungan juga ya, dan mungkin tidak beruntung untuk kami. Jujur buat saya kalau lihat materi pemain tipikal BNI kan mainnya bukan tipikal power. Jadi sebenarnya tim kita itu benar-benar mengandalkan receive bagus, kalau bagus ya kita bisa optimal," kata Risco.

"Kekalahan ini buat evaluasi di Malang, karena saat ini kita ada di ranking tiga. Jadi nanti di Malang walaupun berat harus menang tiga kali. Kita tetap optimis, kita masih ada persiapan," tuntasnya.



Sumber: Suara Pembaruan