Libas Pertamina, Samator Jaga Peluang

Libas Pertamina, Samator Jaga Peluang
Pemain Surabaya Bhayangkara Samator Rendy Tamamilang (kiri) melancarkan serangan di depan pemain Jakarta Pertamina Energi Alexander Minic dalam pertandingan Proliga di Kediri, 10 Feb. 2019. ( Foto: Istimewa )
Bernadus Wijayaka / HA Minggu, 10 Februari 2019 | 23:21 WIB

Kediri, Beritasatu.com - Juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator bisa memperpanjang nafas setelah tampil impresif untuk menaklukkan Jakarta Pertamina Energi 3-0 (25-22, 25-19, 25-21) dalam laga putaran pertama final four Proliga 2019 yang digelar di GOR Joyoboyo Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/2) malam.

Ini merupakan kemenangan pertama Samator di babak empat besar, setelah dua kali kalah dari BNI 46 dan Bank SumselBabel yang membuat posisinya di ujung tanduk.

Dengan kemenangan atas Pertamina, Samator menjaga peluang lolos ke grand final karena putaran empat besar masih akan digelar sekali lagi di Malang pekan depan.

Laga Minggu malam itu seperti mempertemukan dua macan yang terluka karena Pertamina juga belum pernah menang di babak ini. Hanya saja, secara mental Rendy Tamamilang dkk. lebih siap karena mereka berani mengambil inisiatif serangan dan distribusi bola lebih merata.

Setter Nizar Julfikar tidak terlalu mengandalkan Rivan Nurmulki, tetapi justru lebih sering mengumpan ke pemain Kuba Gonzales Toiran, yang menunaikan tugasnya dengan cukup baik di set pertama. Rendy di kiri dan Yuda Mardiansyah di tengah juga tampil apik malam itu untuk terus menekan Pertamina.

Memasuki set kedua Pertamina masih tak mampu keluar dari tekanan. Di set ini middle hitter Samator Mahfud Nurcahyadi mampu mengacaukan pertahanan lawan dengan bola-bola cepat atau sambaran bola tanggung di atas net.

Rivan meneruskan ketajaman para pemain Samator di barisan depan pada set ketiga, sementara Pertamina terlihat makin kehilangan kepercayaan diri. Bola yang gagal dipukul dan kemudian hanya didorong saja oleh Rivan, misalnya, sudah cukup memberi poin karena lawan seperti bermain tegang.

Maka Pertamina yang begitu meraja lela di babak reguler harus menerima fakta pahit di babak menentukan ini: tiga kali kalah tanpa merebut satu set pun.

“Kemenangan ini harapan untuk membuka peluang kita ke grand final. Pertandingan hari ini secara keseluruhan signifikan, ada peningkatan. Kita di latihan selalu evalusi dan meningkatkan di tiga hal receive, servis, dan blok. Kemarin untuk mencari poin saja kita kesulitan,” ujar pelatih Bhayangkra Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono.

“Di Malang nanti untuk aman kita harus bisa sapu bersih. Setiap pertandingan kita masih berjuang walaupun ditekan atau menekan, itu yang paling utama.”

Sementara Asisten Manager Pertamina Energi, Dedi Kurniawan mengatakan tidak paham dengan kondisi di timnya, dan hanya mengatakan bahwa Kediri memang tidak bersahabat bagi Alexander Minic dkk.

“Kita masih bisa, masih ada harapan kalau kita di Malang bisa ambil semua, sapu bersih. Kalau kita kalah ya habis. Saya juga bingung apa yang terjadi dengan Pertamina, mungkin Kediri tidak bersahabat saja. Kekalahan kita mungkin lebih ke mental dan semangat, mungkin juga komunikasi di tim kurang,” kata Dedi.

“Kalau berbicara masalah teknik kita semua merata, tapi tadi ada satu hal mungkin di center, dan pelatih terlambat mengganti. Kita harus yakin kita bisa ambil (di Malang), kita pasti bisa. Kita akan coba komunikasi dengan pemain supaya lebih hidup lagi komunikasinya antara pelatih tim dan pemain,” tuntasnya.



Sumber: Suara Pembaruan