Lewati Adangan Popsivo, Bank bjb Buka Peluang

Lewati Adangan Popsivo, Bank bjb Buka Peluang
Pertandingan Proliga antara Jakarta PGN Popsivo Polwan (ungu) melawan bandung Bank bjb Pakuan di Malang, 15 Feb. 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Jumat, 15 Februari 2019 | 23:49 WIB

Malang, Beritasatu.com - Tiga laga tanpa kemenangan tidak membuat Bandung Bank bjb Pakuan putus asa, tetapi justru bangkit untuk menaklukkan Jakarta PGN Popsivo Polwan 3-2 (27-25, 25-18, 17-25, 28-30, 15-12) dalam laga sengit di putaran kedua final four Proliga 2019 di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Jumat (15/2/2019).

Ini merupakan kemenangan pertama Bank bjb di babak final four.

Popsivo yang di atas kertas lebih diunggulkan memulai set pertama dengan memimpin 15-11, tetapi Bank bjb sangat gigih melawan dan bisa membalikkan keadaan dengan skor sangat ketat 27-25.

Kekalahan cukup menyakitkan ini rupanya berdampak pada kinerja Popsivo do set kedua, di mana Amalia Fajrina dkk terus tertinggal dan kalah dengan selisih tujuh poin.

Baru pada set ketiga Popsivo menyadari kekuatan lawan yang memang bertanding habis-habisan karena harus menang. Permainan yang lebih disiplin dan pertahanan yang cukup ketat mampu mengeliminasi unforced error dari tim polisi itu, sehingga mereka bisa merebut set ini.

Tekanan Popsivo terus berlanjut di set keempat melalui serangan bertubi-tubi oleh trio spiker Aprilia Manganang, Yeliz Basa, dan Amalia Fajrina. Set ini kembali berlangsung sangat ketat dan beberapa kali set point Popsivo mampu dimentahkan, sehingga butuh skor 30 untuk mengakhiri set yang melelahkan ini dan memaksakan set kelima.

Kekuatan mental para pemain Bank bjb diuji di set penentuan dan mereka mampu membuktikannya dengan bermain tenang dan lebih sedikit melakukan kesalahan untuk meraih kemenangan pertama mereka di final four.

“Tentu dengan kemenangan ini lebih mudah untuk besok dan selanjutnya. Kalau kita menang masih ada harapan lagi, kalau kita kalah sudah habis kita,” ujar Pelatih Bank bjb Pakuan Teddy Hidayat kepada wartawan usai pertandingan.

Walaupun masih ada dua pertandingan lagi, Teddy tidak ingin mengandakan permainan tim lain, tetapi akan tetap berjuang sendiri untuk membuka jalan ke grand final.

“Besok kita bertemu Pertamina, kita tidak berharap dengan siapa-siapa, walaupun pemain asingnya tidak bagus kita akan berusaha dengan kita sendiri tidak mengandalkan siapa pun,” tambahnya.

Sementara Pelatih PGN Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai mengatakan, tidak tahu apa yang terjadi dengan anak asuhnya karena di saat latihan sudah diberi materi bagaimana untuk menghadapi Bank bjb.

“Bjb hari ini bermain bagus, kita sebenarnya punya banyak kesempatan tapi tidak digunakan dengan baik oleh para pemain. Bahkan di lapangan yang main sepertinya cuma April sama Wilda saja, selama main seperti tidak ada yang kill. Ini pertandingan yang sulit, kita tidak bermain dengan bagus tapi lawan mampu bermain dengan bagus,” kata pelatih asal Thailand itu.

Melawan Jakarta BNI 46 besok, Chamnan mengatakan sudah mempersiapkan semuanya, bahkan melihat di latihan ia merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

“BNI dan bjb mainnya sama saja, semua pemain sudah dikasih bahan cuma bagaimana pemain menjalankannya. Kalau tidak bagus merealisasikannya ya sepeti tadi,” ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan