Akhiri Penantian Panjang, Popsivo Juara Proliga 2019

Akhiri Penantian Panjang, Popsivo Juara Proliga 2019
Para pemain dan ofisial tim bola voli Jakarta PGN Popsivo Polwan merayakan keberhasilan menjadi juara Proliga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 23 Feb. 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Sabtu, 23 Februari 2019 | 20:31 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan berhasil mengakhiri dominasi Jakarta Pertamina Energi (JPE) untuk merebut gelar juara Proliga dalam pertandingan final yang menegangkan selama lima set di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Popsivo menaklukkan juara bertahan 3-2 (15-25, 25-22, 21-25, 25-23, 15-12).

Ini merupakan gelar pertama Popsivo sejak 2013, dan menjadi ajang pembuktian bagi deretan pemain tim nasional Aprilia Manganang cs sebagai yang terbaik di turnamen bola voli Indonesia paling prestisius ini.

Namun, sebelum pertandingan JPE lebih diunggulkan karena diperkuat dua pemain tangguh Bethania De La Cruz asal Republik Dominika dan Anna Stepaniuk asal Ukraina.

Tambahan pula, sang juara bertahan mampu menggebuk Popsivo 3-0 dalam dua pertandingan terakhir mereka di babak empat besar.

Seperti banyak dikatakan pemain dan pelatih masing-masing tim, kekuatan mental dan ketenangan bermain lebih berperan daripada ketrampilan individu dalam laga puncak ini, dan itu yang ditunjukkan para pemain Popsivo.

Pada set pertama Popsivo membuang keunggulan di awal karena penerimaan bola pertama yang kurang sempurna sehingga JPE kerap mendapat aces melalui serve De La Cruz. Begitu berbalik unggul, JPE tak terkejar lagi untuk merebut set ini cukup telak.

Popsivo membalas di set kedua lewat kombinasi serangan yang apik melalui trio Manganang, Amalia Fajrina, dan pemain Turki Yeliz Basa, sementara pertahanan mereka juga makin baik untuk membendung De La Cruz.

Set kedua kembali menjadi milik JPE, lagi-lagi karena reception yang kurang baik di tim Popsivo, sehingga beberapa kali dilakukan rotasi libero.

Ketenangan dan mental Popsivo menjadi penentu di set keempat. Hampir selalu tertinggal tiga poin atau lebih, para pemain Popsivo tetap bermain disiplin dan tenang, sehingga perlahan bisa bangkit dan akhirnya berbalik unggul 21-20.

Ketika serangan kiri-kanan tidak berhasil, setter Thailand Guerdpad Pornpun beralih ke Wilda Siti Nurfadillah di tengah, atau Aprilia di belakang garis serang. Setelah itu mereka mampu mengunci pertandingan untuk memaksakan set kelima.

Di sinilah mereka tak terbendung lagi dan unggul cepat 8-2, lalu meraih championship point 14-8. Pertandingan semakin menegangkan karena JPE tak mudah menyerah dan mampu menambah poin hingga 12. Akhirnya Wilda yang menjadi kunci kemenangan melalui quick spike dari tengah net.

Sebagai juara, Popsivo berhak atas hadiah Rp 200 juta.

Kebahagiaan mereka makin lengkap karena Wilda terpilih sebagai spiker terbaik dan Aprilia menjadi most valuable player (MVP).



Sumber: Suara Pembaruan