Amalia Bangga Juara Proliga Sebagai Polwan

Amalia Bangga Juara Proliga Sebagai Polwan
Pemain Jakarta Pertamina Energi Anna Stepaniuk (kiri) melepaskan pukulan di belakang setter Jakarta PGN Popsivo Polwan Guerdpad Pornpun (tengah) dalam pertandingan grand final Proliga di Yogyakarta, 23 Feb. 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Sabtu, 23 Februari 2019 | 22:55 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kapten tim Jakarta PGN Popsivo Polwan Amalia Fajrina meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menjuarai Proliga lewat pertandingan sengit lima set melawan Jakarta Pertamina Energi (JPE) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

“Karena ini menjadi kemenangan pertama bersama Popsivo dan sebagai anggota Polri, jadi harunya pasti berbeda,” ungkapnya.

Sebelum ke grand final, tim tersebut harus berjuang keras di babak final four, terutama setelah dikalahkan lawan yang sama dua kali.

Namun, pelatih asal Thailand Chamnan Dokmai mengatakan dia sangat yakin dengan kemampuan anak asuhnya untuk menjadi yang terbaik.

“Sesuai dengan ekspektasi saya bisa jadi juara Proliga ini. Karena saya sendiri kerja keras untuk bisa mencapai di final hari ini, setelah sebelumnya kita di final four banyak kekurangan, dan dari situ kita bisa memperbaiki,” ujar Chamnan.

Sementara Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Muhammad Ansori mengatakan timnya banyak melakukan kesalahan, bahkan pernah kehilangan lima poin karena unforced error.

“Mungkin kita terbebani dengan sebelumnya, karena dari awal putaran kedua hingga final four kita juara, jadi mungkin dengan itu kita terbebani main bagus dan bisa menang,” kata Ansori.

“Jadi tadi itu konsentrasi anak-anak hilang, di set keempat sudah leading empat poin itu kita terlena, tidak fokus, tidak konsentrasi jadi banyak poin terbuang sampai lima poin tadi. Dengan ini evaluasinya kita harus mencari pemain muda, karena di JPE kan banyak pemain yang sudah menikah,” jelasnya.

Pemain terbaik dalam turnamen ini adalah spiker Popsivo Aprilia Manganang, best server adalah pemain JPE Bethania De La Cruz, best setter Tri Retno Mutiara, best spiker Wilda Siti Nurfadillah, best blocker Agustin Wulandari, best libero Yulis Indahyani, best scorer Kokram Pimpichaya, dan pelatih putri terbaik jatuh kepada Chamnan Dokmai.

Wilda, andalan Popsivo dalam final tadi, mengatakan ia bermain cuma ingin memberikan yang terbaik.

“Saya cuma kepikiran gimana caranya bisa berguna untuk tim dan bisa jadi juara satu, menceritakan cerita yang lain dari tahun lalu yang kalah, dan alhamdulillah tambah rejeki,” kata Wilda.



Sumber: Suara Pembaruan