Kapten BNI 46 Bangga Timnya Lampaui Target di Proliga

Kapten BNI 46 Bangga Timnya Lampaui Target di Proliga
Tim voli putri Jakarta BNI 46 menempati posisi ketiga kompetisi bola voli Proliga 2019 setelah menundukkan Bandung Bank BJB Pakuan, Sabtu (24/3/2019). ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Minggu, 24 Februari 2019 | 07:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapten tim voli putri Jakarta BNI 46, Tri Retno Mutiara bangga dan bersyukur skuatnya menyabet peringkat ketiga kompetisi bola voli Proliga 2019 setelah mengalahkan Bandung Bank BJB Pakuan.

Ia dan kawan-kawan menang dengan skor 3-1 (18-25, 25-15, 25-18, 25-19) di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Diakui prestasi ini melebihi catatan musim lalu yang hanya finis di posisi kelima. Selain itu, finis di posisi ketiga juga melampaui target yang dibebankan manajemen, yakni lolos final four.

"Hasil yang kami raih tentunya tidak mudah. Ada kendala teknis dan nonteknis yang menerpa tim putri BNI 46. Alhamdulillah kami bersyukur, mungkin rezekinya di peringkat ketiga meski kita inginnya ke final," ucap Tiara sapaan akrab Tri Retno Mutiara ketika dihubungi media Sabtu (23/2) malam.

Menurutnya, ada pemain yang hamil, tempat latihan yang tidak tepat, mulai dari Bulungan hingga ke Sentul. Tetapi, semua itu dijalani demi meraih yang terbaik. Tiara pun berterima kasih atas dukungan BNI di Proliga 2019.

"BNI benar-benar seperti keluarga, merangkul kita. Semoga BNI bisa mempertahankan kekeluargaannya dan supportnya di setiap wilayah luar biasa," harapnya.

Pelatih tim putri BNI 46, Risco Herlambang, juga bersyukur anak asuhannya bisa berada di posisi ketiga. Menurutnya, peringkat ketiga jauh lebih baik dari keempat.

Risco mengakui manajemen memang menargetkan lolos ke final four. Tetapi, ia dan tim pelatih ingin membawa BNI 46 lolos ke grand final setelah melihat hasil putaran pertama, tiga kali menang dan sekali kalah.

"Kita step by step. Semula kita ditargetkan masuk empat besar. Setelah lolos final four, kita ingin masuk ke grand final Proliga," ucapnya.

Namun, keinginan itu dijegal Jakarta Pertamina Energi. Bergabungnya mantan pemain Timnas Dominika Bethania De La Cruz membuat sang juara bertahan sulit dikalahkan.

Meski demikian, Risco bersyukur dengan prestasi ini jika melihat komposisi pemain yang dimiliki. Skuat BNI 46 didominasi para pemain muda.

BNI 46 hanya diperkuat dua pemain timnas. Sedangkan Jakarta Pertamina Energi diperkuat tujuh pemain timnas. Sementara Jakarta Popsivo Polwan memiliki lima pemain timnas. Ia pun bersyukur dengan materi seperti ini bisa melangkah sejauh ini.

"Luar biasa jika materi tersebut bisa lolos grand final," paparnya. Walau membawa BNI 46 berprestasi lebih baik di musim ini, Risco mengaku belum tahu akan seperti apa untuk tahun depan.

"Tentu setelah ini harus ada evaluasi, apalagi di pemain asing. Kita bisa bagus di putaran satu, tapi pada putaran kedua asing kita kurang. Dan tentu para pemain, ketika sudah memasuki final four harus lebih berani dan siap lagi, karena selama ini kalau semuanya sudah tertekan, kami kesulitan untuk bangkit," tutup dia. 



Sumber: Suara Pembaruan