Pertamina Rebut Juara Tiga Proliga 2019

Pertamina Rebut Juara Tiga Proliga 2019
Pemain Jakarta Pertamina Energi Alexander Minic (putih) melepaskan serangan dihadang pemain Palembang Bank SumselBabel Alfredo Zequeira Cairo di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 24 Feb. 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Bernadus Wijayaka / HA Minggu, 24 Februari 2019 | 18:30 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Tim Putra Jakarta Pertamina Energi berhasil menyabet juara ketiga Proliga 2019 setelah mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-1 (23-25, 28-26, 25-21, 25-17) pada pertandingan yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (24/2/2019).

Pemenang dengan posisi ketiga pun berhak mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp 75 juta, sedangkan posisi keempat mendapatkan Rp 50 juta.

Memiliki catatan head-to-head imbang 2-2 dari putaran pertama babak reguler hingga final four membuat kedua tim bermain sama-sama ngotot untuk menang. Bank SumselBabel tampil lebih solid di set pertama yang berlangsung sangat ketat.

Pada set kedua, dalam posisi tertinggal 20-24, Bank SumselBabel mampu menyamakan kedudukan, bahkan berbalik set point. Namun, akhirnya bisa Pertamina menuntaskan pertandingan meski butuh 28 poin, untuk semakin menunjukkan imbangnya permainan dua tim ini.

Kemenangan cukup dramatis itu mampu mengangkat moral Agung Seganti dkk sehingga mampu memenangkan dua set berikutnya relatif lebih mudah.

“Pertandingan mencari nomor tiga itu memang jauh lebih sulit, karena kan harus membangkitkan motivasi anak-anak yang awalnya ingin masuk final. Jadi sisa-sisa kematian itu dibangkitkan lagi. Di pertandingan terakhir sendiri masalah utama tentu psikologi,“ ujar pelatih Jakarta Pertamina Energi Putut Marhaento usai pertandingan.

Pada pertandingan ini, Putut memainkan sejumlah pemain muda yang biasanya disimpan, termasuk Farhan Halim yang berkontibrusi penting bagi timnya.

Pelatih Palembang Bank SumselBabel, Pascal Wilmar mengakui timnya kurang semangat dalam laga tersebut.

“Sekali lagi ini kan bola voli ya, kita tidak bisa prediksi. Jika kita di set kedua bisa menang mungkin ceritanya beda. Tapi saat tertekan mau fight susah. Sebelum ke sini kita juga latihan seperti hiasa, tapi kalau mental kan tidak bisa ngomong,” kata Pascal.

Pelatih yang kontraknya sudah berakhir itu juga belum tahu apakah akan bisa memimpin Bank SumselBabel tahun depan, tapi ia tetap memberikan evaluasi yang harus diperbaiki.

“Ketika membikin tim pun mereka harus langsung bisa memperbaiki, karena setiap pemain punya kekurangan dan kelebihan. Namun mereka pun pasti ada alasan, kenapa memilih pemain tidak dari timnas dan pemain asing tidak unggulan,” tuntasnya.



Sumber: Suara Pembaruan