Samator Juara Proliga 2019, Kawinkan Gelar dengan Popsivo

Samator Juara Proliga 2019, Kawinkan Gelar dengan Popsivo
Para pemain Surabaya Bhayangkara Samator merayakan keberhasilan menjadi juara Proliga 2019 dengan mengalahkan Jakarta BNI 46 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 24 Februari 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Bernadus Wijayaka )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 24 Februari 2019 | 21:21 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Surabaya Bhayangkara Samator mampu mempertahankan gelar juara Proliga setelah pada laga grand final menaklukkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 (23-25, 25-20, 26-24, 25-17) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (24/2/2019).

Gelar ini melengkapi keberhasilan Jakarta PGN Popsivo Polwan hari sebelumnya yang menjadi juara di bagian putri. Samator dan Popsivo adalah dua tim yang berafiliasi ke Polri.

Dengan skuad inti yang sama persis dengan final tahun lalu, Samator mampu meladeni permainan BNI yang diasuh pelatih tim nasional Samsul Jais.

Set pertama BNI mampu menunjukkan kenapa mereka bisa secara meyakinkan melangkah ke grand final, melalui variasi serangan terutama back row attack oleh Sigit Ardian yang tidak mampu dibendung Rendy Tamamilang dkk.

Meskipun skor akhir ketat, BNI praktis terus memimpin di set pembuka.

Samator yang dihuni lima pemain timnas mampu merespons di set kedua, sementara BNI mulai lebih sering melakukan unforced error dan tidak seperti set pertama, serangan dari belakang justru mulai berkurang. Dua aces dari Rivan Nurmulki akhirnya mampu mengunci set kedua.

Pertandingan makin memanas di set ketiga, di mana BNI menurunkan pemain asal Kuba Danisvel Alfaro Valero yang sebelum ini selalu disimpan, menemani rekan senegaranya Osmel Camejo Durruthy yang menjadi tulang punggung serangan.

Kubu Samator juga diperkuat dua pemain Kuba, Reidel Gonzales Toiran yang terus dimainkan dan setter Yosvani Gonzales Nicolas yang hanya sesekali menggantikan Nizar Julfikar.

BNI berhasil menggagalkan dua set point Samator, tetapi akhirnya juara bertahan mampu menuntaskannya, meskipun ada sedikit keputusan kontroversial wasit yang menyatakan pukulan Eko Permana Putra fault karena tangannya menyeberangi net dan memberikan angka untuk Samator.

Set keempat praktis perlawanan BNI terhenti dan Samator makin meraja lela untuk meraih gelar secara meyakinkan.

Samator berhak mendapatkan hadiah tunai Rp 200 juta sebagai juara. Kapten tim, Rendy, juga terpilih sebagai pemain terbaik.

BNI mendominasi penghargaan individu dengan empat gelar, yaitu Camejo sebagai best blocker, Sigit sebagai top scorer, Dio Zulfikri sebagai best setter, dan Veleg Dhani sebagai best libero.

Sementara best spiker direbut pemain Jakarta Pertamina Energi asal Montenegro, Alexander Minic.



Sumber: BeritaSatu.com