Cabor Diminta Fokus Pelatnas SEA Games 2019

Cabor Diminta Fokus Pelatnas SEA Games 2019
Menpora Imam Nahrawi .
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 27 Maret 2019 | 08:55 WIB

Jakarta, Beritastau.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta cabang olahraga (cabor) diminta tetap fokus menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games Manila 2019. Diakui Indonesia saat ini masih pada posisi menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Filipina tentang kesiapan menjadi tuan rumah multievent untuk Asia Tenggara tersebut.

Menurutnya, pemerintah juga sudah memberikan tugas kepada Komite Olahraga Indonesia (KOI) untuk terus memantau dan berkomunikasi dengan otoritas penyelenggara Filipina tentang hal tersebut. Prinsipnya, lanjut Imam, persiapan Indonesia dalam menghadapi pesta olahraga negara-negara ASEAN tetap akan berjalan.

"Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. Level kita sudah naik ke Asia. Jadi, arah kita mempersiapkan diri untuk multiajang yang lebih tinggi seperti Olimpiade. Namun tidak boleh melupakan ajang ini juga," katanya di Jakarta, Rabu (26/3/2019).

Menpora menambahkan segala persiapan tentu sudah dilakukan sejumlah cabang olahraga, terlebih yang telah melakukan MoU pelatnas bersama pemerintah dalam hal ini Kempora.

"Jadi, semua jalan tidak ada yang mandek. Kami pun masih menunggu cabang lain untuk mengajukan proposal pelatnas," tegas dia.

Komisi Sport and Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Harry Warganegara mengaku, belum mendengar bahwa Filipina berencana mundur sebagai tuan rumah.

"Jika Indonesia menjadi penyelenggara, pasti melibatkan KOI sebagai perwakilan lembaga olahraga resmi Indonesia . Dari kami sendiri belum ada wacana seperti itu," ujarnya.

Menurut Harry, polemik tuan rumah menjelang SEA Games sudah biasa terjadi. Itu juga bergantung dari kondisi politik di Filipina. Meski demikian, polemik itu tidak mengubah status Filipina sebagai tuan rumah.

"Proses rapat resmi sampai saat ini terus berjalan. Tidak ada macam-macam. Bahkan awal Maret lalu, mereka sudah mengirimkan technical handbook ke kami," ungkapnya.

Harry menambahkan, dua tahun lalu, Indonesia sempat mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Namun, itu terjadi saat Filipina berniat mengundurkan diri. Sekarang situasinya berbeda. Untuk itu, Harry mengaku, mereka fokus pada diri sendiri. Apalagi dalam SEA Games, Indonesia juga mengejar kesuksesan prestasi.

"Sampai sekarang kami belum berani berspekulasi. Kalau mau ambil alih juga masih jauh. Secara kesiapan kami juga masih fokus ke pilpres dan hal yang lain," tutup dia.



Sumber: BeritaSatu.com