Pecatur RI Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2019

Pecatur RI Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2019
GM Susanto dan WGM Medina bersempatan meraih tiket menuju Piala Dunia Catur 2019. ( Foto: istimewa )
Harso Kurniawan / HK Senin, 15 April 2019 | 23:17 WIB

Ulan Bator, Beritasatu.com - Kesempatan pecatur Indonesia untuk meraih tiket menuju Piala Dunia Catur 2019 di Rusia, September-Oktober, masih terbuka. Hal tersebut diungkapkan R. Artsanti Alif, chief de mission tim catur Indonesia di ajang Asian Chess Championship Fide Zone 3.3, Ulan Bator, Mongolia. Pada ronde kedelapan ajang itu, pecatur putri Indonesia WGM Aulia Medina Warda berada di posisi ketiga klasemen sementara dan GM Susanto Megaranto di posisi kedua.

“Setelah pertandingan lebih dari lima jam, GM Susanto berhasil meraih kemenangan dari FM Nasanjargal Urtnasan (Mongolia, 2482),” ujar Artsanti yang juga menjabat sebagai kepala investasi sosial Japfa, sponsor tim catur Indonesia di Asian Chess Championship Fide Zone 3.3, dalam keterangan resmi, Senin (15/4/2019).

Adapun WGM Medina, kata dia, mengalahkan rekan senegaranya WIM Chelsie Monica. Kemenangan GM Susanto membuka kemungkinan Indonesia bisa mengirimkan pecaturnya ke piala dunia catur yang akan berlangsung pada September hingga Oktober 2019 di Rusia. Namun, tiket tersebut dapat dicapai jika keduanya bisa memenangi pertandingan di babak terakhir.

“Untuk mendapatkan tiket menuju Chess World Cup 2019 perlu diperjuangkan dengan kerja keras oleh Susanto, sedangkan untuk Medina, perlu meraih kemenangan dan perebutan penguasa klasemen masih sangat tergantung hasil pertandingan lawan terdekatnya, IM Munguntul dari Mongolia,” kata dia.

Pertandingan babak terakhir, kata dia, akan berlangsung seru. Tiket untuk memasuki piala dunia akan diberikan kepada dua teratas di klasemen putra dan peringkat pertama klasemen putri. Itu artinya, GM Susanto perlu mempertahankan posisinya agar tidak tergeser oleh pecatur lain.

“GM Susanto mengantongi poin 6, hanya berjarak setengah poin dari penguasa klasemen Gan-Erdene Sudar dari Mongolia,” ujar Kristianus Liem, ketua bidang pembinaan dan prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Dia menambahkan, WGM Aulia Medina berada di posisi ketiga dengan poin 6 dan lagi-lagi selisih satu poin dengan penguasa klasemen sementara, WFM Munkhzul Turmunkh dari Mongolia. Menurut Kris tiket bisa didapatkan jika GM Susanto Megaranto dapat memenangkan babak kesembilan, demikian pula dengan WGM Aulia Medina yang harus memenangkan pertandingan dengan penguasa klasemen sementara WFM Munkhzul Turmunkh.

“Meskipun Medina menang, tetap harus melihat hasil pertandingan lawan terdekat di klasemen antara IM Munguntul Batkhuyag dengan WGM Hoang Thi Bao Tram. Apabila nanti mendapatkan point sama, akan dilaksanakan dwitarung antara kedua pecatur,” imbuh dia.

Hasil pertandingan babak ke delapan, bagi Indonesia diwarnai dengan dengan empat kemenangan. Dua diantaranya dari pertarungan antarrekan senegara, IM Priasmoro Novendra menang melawan Surya Wahyudi dan WGM Aulia Media menang melawan WIM Chelsie Monica. Sementara itu, IM Irene berhasil melawan pecatur wanita dari Filipina WGM Frayna Janelle yang pernah diundang untuk bertanding di Indonesia berduel dengan WGM Medina tahun lalu.

“Babak kesembilan akan menjadi pertarungan antara pecatur Indonesia dengan pecatur Mongolia. GM Susanto akan melawan IM Bilguun Sumiya dengan elo rating 2488 dari Mongolia," tegas dia. 

 



Sumber: BeritaSatu.com