Pejetski Aero Tetap Raih Podium Meski Cedera

Pejetski Aero Tetap Raih Podium Meski Cedera
Atlet jetski Indonesia Aero Sutan Aswar (kanan) finis di peringkat ketiga kejuaraan internasional P1 AquaX yang berlangsung di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat (AS) pada 13-14 April lalu. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 16 April 2019 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dua atlet jetski andalan Indonesia, Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar tampil cemerlang saat beraksi di kejuaraan internasional P1 AquaX yang berlangsung di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat (AS) pada 13-14 April lalu.

Aero dan Aqsa yang terjun di Class Pro R/A Endurance sukses menembus peringkat ketiga dan keempat. Sejak Motto 1, persaingan antar Pejetski kelas dunia ini sangat ketat. Dua bersaudara itu kerap saling susul dengan pebalap lain sejak start dimulai ditengah hempasan gelombang ombak setinggi 4 meter.

Pada kejuaraan jetski seri AS ini sebenarnya Aero tidak berada dalam kondisi prima. Ia mengalami cedera serius pada lutut kanannya ketika terhantam ombak, namun tetap mampu menyelesaikan moto-1 diposisi ke-3. Sementara Aqsa berada diposisi keenam.

Aero yang sempat ditawari untuk melakukan pemeriksaan medis, menolak untuk dibawa ke rumah sakit setempat. Dia hanya meminta kepada ayahnya, Syaiful "Fully" Ihsan Aswar yang juga pelatihnya untuk memeriksa dan memberi pertolongan pertama kepadanya. Setelah dilakukan terapi khusus, Aero merasa lebih baik untuk melanjutkan ke Motto 2.

Pada Motto 2 ini, kakak-beradik membuat strategi seperti biasa dilakukan pada balapan lain yang membutuhkan kekompakan. Aqsa menjaga kakaknya, persis berada di belakang Aero, agar juga sekaligus dapat mengawasi apabila ada risiko lanjutan dari cedera lututnya.

Selanjutnya saat Motto 2 menyisakan beberapa putaran lagi, Aqsa segera mengambil posisi top speed dengan menyusul pembalap lain yang ada di depannya, dan akhirnya masuk garis finis di urutan kedua. Sementara sang kakak, Aero berada persis di belakangnya, yakni posisi ketiga.

Memasuki motto ketiga atau seri terakhir, dijalani Aqsa dan Aero dengan gigih. Seluruh pebalap lain pun mengeluarkan segala kemampuan mereka agar mampu menyelesaikan keseluruhan balapan demi mendapatkan poin terbanyak pada penghitungan akhir.

Akhirnya kedua atlet jetski Indonesia ini berhasil menempatkan di posisi ketiga dan keempat (dengan poin keduanya yang sama 47-47). Peringkat pertama diraih pejetski tuan rumah, Chris MacClugage. Begitu pun dengan peringkat kedua yang diduduki Brian Baldwin juga dari AS.

Usai balap, Fully Aswar selaku ayah dan juga pelatih Aero-Aqsa memuji penampilan dua pejetski andalannya itu.

"Hasilnya cukup baik dan memuaskan, karena fighting sprit mereka berdua tidak ada yang down sama sekali," kata dia ketika dihubungi awak media Selasa (16/4/2019).

"Walaupun pada Motto-1, lutut kanan Aero kena cedera serius dihantam ombak yang besar setinggi tinggi kira-kira empat meter. Begitu juga yang dilami oleh Aqsa. Dia mengalami cedera pada betis kanannya," sambungnya.

Fully menerangkan, sebelum kedua pembalapnya mengarungi Motto 2, ia memutuskan untuk melakukan tindakan darurat tanpa membawa Aero ke rumah sakit setempat. Itu dilakukan karena pembalapnya tidak ingin menghentikan lomba.

"Malamnya saya lakukan pengobatan darurat yang sifatnya sementara. Itu karena mereka tidak mau dibawa ke rumah sakit, berhubung kalau sudah di rumah sakit pasti tidak diperbolehkan untuk meneruskan lomba. Karakter mereka ini tidak gampang menyerah dan tetap dengan spritnya mereka itu yang mengalahkan rasa sakitnya," tutup Fully. 



Sumber: Suara Pembaruan