Eko dan Marcus/Kevin Fokus Berburu Poin Olimpiade

Eko dan Marcus/Kevin Fokus Berburu Poin Olimpiade
(kiri ke kanan) Perenang difabel Laura Aurelia Dinda (peraih emas kejuaraan dunia renang difabel), lifter Eko Yuli Irawan (peraih medali perak Olimpiade 2016), dan ganda putra Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya (peringkat 1 BWF World Tour) menjadi mentor pada acara Bridgestone Olympic a Go Go bertajuk "AwaliDenganMimpi". ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Senin, 6 Mei 2019 | 07:26 WIB

Jakarta, Beritasatucom - Atlet Indonesia, Eko Yuli Irawan dan ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya fokus berburu poin Olimpiade Tokyo 2020. Mereka ingin tampil dan meraih medali di pesta olahraga terbesar dunia tersebut.

Pada acara Bridgestone Olympic a Go Go, Eko mengungkapkan ingin memperbaiki total angkatannya di snatch maupun clean and jerk di sejumlah turnamen untuk mengejar poin agar bisa terus melaju ke multiajang Olimpiade. Ia harus mampu pertahankan total angkatan di atas 310 kilogram (kg) guna mengamankan posisinya untuk lolos kualifikasi.

“Saya latihan terus dibawah bimbingan pelatih dan PB PABBSI sekaligus ikuti berbagai kejuaraan demi menjaga tradisi medali. Tentunya saya juga berharap ada regenerasi atlet agar prestasi Indonesia di ajang internasional tidak terputus," katanya di GOR Bulungan Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Salah satu caranya lewat dengan mengenalkan pada generasi muda Indonesia yang ingin menggeluti olahraga profesional seperti cabor angkat besi. Menurutnya pengenalan ini perlu demi melahirkan lifter-lifter unggulan Merah Putih yang siap berkancah di dunia.

"Di sini saya sebagai mentor mengajarkan teknik dasar karena di angkat besi dan semuanya harus dikuasi terlebih dulu baru yang lain, karena perkenalkan angkat besi ini lebih gampang karena terukur. Siapa yang kuat dia menang. Tinggal berlomba untuk jadi yang terbaik dan ini bukan olahraga yang rumit," ungkapnya.

Duet ganda putra peringkat satu dunia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya mengaku lebih selektif memilih turnamen di tahun 2019. Mengingat tahun ini begitu krusial bagi semua pebulutangkis elit karena akan dimulainya race to Tokyo Olympic 2020.

"Kami berdua terus berlatih dan berlatih di pelatnas sambil matangkan pukulan dan strategi dari arahan pelatih. Tentunya juga ikuti berbagai turnamen super series sambil pertahankan peringkat. Namun yang terpenting juga harus jaga kondisi selalu," ungkap Kevin dan Marcus.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Akihito Ishii menyatakan pihaknya sebagai official partner yang memiliki hak global atas Gerakan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 bahkan hingga 2024.

“Kami percaya melalui coaching dan pendampingan dari atlet olahraga nasional dan internasional, generasi muda Indonesia akan menjadi lebih percaya diri dan terinspirasi dalam mengejar impian mereka. Meraih kesuksesan bukan hal yang tak mungkin, tetapi tentunya membutuhkan ketekunan, tekad kuat, kerja keras, disiplin dan integritas tinggi," tutupnya



Sumber: Suara Pembaruan