Muddai Madang : Sinergi KONI-KOI-Kempora Harus Diwujudkan

Muddai Madang : Sinergi KONI-KOI-Kempora Harus Diwujudkan
Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang ( Foto: SP/Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 4 Juni 2019 | 07:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023. Dalam pernyataannya ia memiliki misi utama mensinergikan KONI dengan dua stakeholder lain seperti KOI dan juga Kempora selaku perwakilan pemerintah di bidang olahraga serta cabang-cabang olahraga.

Ia mengaku guna memperkuat sinergitas antar lembaga ini harus melalui perencanaan yang matang dan baik serta transparan, karena hanya dengan demikian tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KONI Pusat kembali muncul.

”Saya setuju sekali masalah kepercayaan ini juga menjadi salah satu titik persoalan yang harus diperhatikan. Pasalnya KONI dalam hal pendanaan pun tak mungkin tergantung penuh pada pemerintah. Harus ada sumber pendanaan lain seperti sponsorship dan donasi yang tak mengikat, asalkan KONI dikelola profesional dan transparan, apalagi itu sesuai dengan UU Sistem Keolahragaan Nasional,” kata Muddai menjawab pertanyaan Beritasatu.com melalui video conference dari Mekah dalam jumpa pers di fX Sudirman, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Dalam deklarasi itu Muddai yang merupakan mantan Ketua KONI Sumatera Selatan (2 periode) memang tidak hadir karena sedang berada di Tanah Suci Mekkah, menjalani ibadah umrah. Deklarasi pencalonan Muddai disampaikan langsung oleh tim suksesnya.

Raja Pane yang bertindak sebagai juru bicara tim sukses Muddai, menjelaskan bahwa keputusan Muddai untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat setelah beliau berkonsultasi dengan Ketua Umum KOI, Erick Thohir dalam suatu rapat resmi KOI.

”Saya memang sudah konsultasi dengan Pak Erick ikhwal pencalonan saya menjadi Ketua Umum KONI Pusat. Pak Erick pun setuju dan memberi jalan karena niat saya jelas ingin bersama-sama para stake holder lainnya memperbaiki olahraga Indonesia. Tentu pencalonan ini sudah dikaji dengan KE (Komite Eksekutif) KOI dan pemangku olahraga Indonesia sehingga memutuskan untuk mencalonlan diri maju sebagai ketua umum KONI,” ungkap Muddai.

Niatan Muddai untuk maju sebagai bakal calon ketua umum KONI Pusat periode 2019-2023, pun mendapat dukungan dari sejumlah KONI Daerah (KONIDA) seeta cabang olahraga (cabor).

Diantara Sepak Takraw dan juga Jet Ski. Asnawi Abdulrahman selaku Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan lantaran sosok Muddai Madang mempunyai visi yang sama. Selain itu Muddai juga berpengalaman di ranah olahraga.

"Kami sepakat untuk mendukung beliau dengan beberapa pertimbangan. Pertama beliau berpengslaman, memimpin koni sumsel dua periode dan aktif di KOI. Mudah-mudahan terpilihnya beliau akan melahirkan sesuatu inovatif," ujar Asnawi.

Senada dikatakan Renaldi Duyo selaku Sekjen Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA). "Kami dari Jet Ski sangat mendukung. Pertama komunikasi kami tidak ada hambatan. Kalau komunikasi macet, bagaimana program mau berjalan," tuturnya

"Beliau satu visi juga dgn kami. Ada perbaikan ekstrim. Yaitu antara KONI, KOI, cabor dan Kemenpora berada dalam satu koridor untuk memperbaiki regulasi yang ada dan yang harus dibenahi saat ini," sambung Renaldi.

Setali tiga uang. Hal yang sama dikatakan Raja Parlindungan Pane selaku salah satu sosok yang mendukung Muddai Madang maju mencalonlan diri sebagai Ketua Umum KONI periode 2019-2023 untuk meneruskan tongkat estafet Tono Suratman.

"Pak Muddai komitmennya luar biasa, beliau memimpin KONI Sumsel dua periode dan lain sebagainya. Jadi kiprahnya di olahraga tidak diragukan lagi. Ia juga mempunyai misi untuk bersinergi dengan pihak swasta," tegas Raja Pane yang juga sebagai salah satu KE KOI.

Raja Pane mengatakan calon ketua umum KONI Pusat harus mendapat dukungan setidaknya dari 10 KONI Provinsi dan 21 induk cabang olahraga. Diyakini dukungan terhadap Muddai Madang cukup untuk mengantarnya menjadi calon Ketua Umum KONI Pusat.



Sumber: Suara Pembaruan