PB Percasi Berburu Atlet Grand Master

PB Percasi Berburu Atlet Grand Master
Para pecatur dunia bersama pengurus PB Percasi. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 11 Juni 2019 | 08:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) terus meningkatkan prestasi atlet catur Indonesia menuju ajang internasional. Bekerja sama dengan PT Jafpa Compeed, PB Percasi menggelar Kejuaraan Catur JAPFA Grand Master (GM) dan Women Grand Master (WGM) Tournament di Hotel Grand Inna Garuda, Yogyakarta, 13-21 Juni mendatang.

Sebanyak 12 pecatur dunia (asing) akan ambil bagian dan event internasional tersebut. Mereka adalah 5 pecatur putri Master Internasional (IM) Sophie Millet (Prancis), WGM Gong Qianyun(Singapura), WGM Keti Tsatsalashvili (Georgia), IM Alina L’ami (Romania), WIM Luong Phuong Hanh (Vietnam), serta WIM Rucha Pujari (India).

Mereka akan ditantang pecatur tuan rumah yang terdiri dari, WFM Chelsie Monica Sihite (elo rating 2212), EIM Dewi AA Citra (2205), WFM Umi Fisabililah (2201), WFM Monica Putri (2151), WFM Tammi Nasuha Nurdin (2125), dan WFM 0Zahra Chumaira (2112) yang akan bertanding sebanyak 11 babak memainkan catur klasik.

Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto mengatakan kehadiran pecatur dunia itu selain menjaga kualitas turnamen Japfa ini juga menjajal kemampuan para pecatur tuan rumah. Ia berharap kesempatan berkompetisi dengan para pecatur top asal luar negeri ini sangat harus dimanfaatkan maksimal oleh para pecatur nasional dalam upaya meningkatkan elo rating mereka. Terutama para pecatur yang belum meraih gelar norma Women Grand Master (WGM).

”Minimal mereka harus meraih poin 8 untuk meraih Norma WGM di bagian putri dan 7,5 poin untuk meraih Norm GM di putra dari 11 babak yang dimainkan. Ajang ini juga sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia 2019 mendatang,” ujar Utut di Senayan Jakarta, Senin, (10/6/2019).

Tak hanya dibagian putri, turnamen ini juga akan mempertemukan para pecatur terbaik putra dari Benua Eropa dan Asia diantaranya, GM Kokarev (Rusia, 2609), GM Ivan Sokolov (Belanda, 2595), GM Rustam Khusunutdinov (Kazakshtan, 2471), GM Rhagunandan Kaumandur Srihari (India, 2442), IM Arghyadip Das (India, 2439), dan IM Ravi Teja (India, 2405).

Sementara Indonesia menurunkan para pecatur seperti, GM Susanto Megaranto (2548), IM Novendra Priasmoro(2457), IM Yoseph Theolifus Taher (2446), FM Azarya Jodi Setyaki (2421), dan WGM Medina Wardah Aulia (2375).

Corporate Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya menjelaskan pihaknya tetap berkomitmen dalam upaya memajukan prestasi para pecatur serta menjaring bibit-bibit pecatur baru bergelar Grand Master (GM).

“Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi pecatur bernorma Grand Master, untuk itu perlu wadah turnamen untuk mencari dan melatih para pecatur bibit unggul ini melalui turnamen yang digelar setiap tahunnya,” ungkap dia.

Bagi JAPFA ini merupakan yang ke-20 kalinya mensponsori turnamen internasional sejak 1999. Pihaknya bangga karena dari turnamen ini telah banyak lahir pecatur Indonesia yang telah meraih gelar internasional. GM Susanto Megaranto, GMW Irene Kharima Sukandar, GMW Medina Warda Auliah adalah jebolan JAPFA internasional.

Utut sendiri mengaku bahwa PB Percasi banyak terbantukan oleh kiprah JAPFA dan selama ini catur identik dengan JAPFA. Ditegaskan bahwa JAPFA memang punya komitmen tinggi terhadap pembinaan catur sekaligus membangun prestasi catur Indonesia.

Pecatur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia pun mengejar norma Master Internasional (IM). Guna mewujudkan targetnya, ia akan bersaing di grup putra bersama 11 pecatur dari 5 negara peserta, termasuk GM Susanto Megaranto.

"Targetnya di kejuaraan ini adalah untuk mengejar elo rating dan kalau bisa memastikan norma Internasional Master (IM) putra. Susah 3 kali sebenarnya mendapatkan norma putra tersebut sejak 2017 lalu, tapi entah mengapa masih belum bisa diproses. Jadi butuh satu turnamen lagi guna memastikan norma tersebut di tangan," tutup dia.



Sumber: Suara Pembaruan