Utut Adianto: Ketua Umum KONI Sebaiknya dari Kalangan Pengusaha

Utut Adianto: Ketua Umum KONI Sebaiknya dari Kalangan Pengusaha
Wakil Ketua DPR Utut Adianto. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Bernadus Wijayaka / BW Selasa, 11 Juni 2019 | 22:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto mengharapkan kalangan swasta atau pengusaha yang menjadi ketua umum KONI Pusat periode 2019-2023.

Sebab, kata Utut, KONI Pusat tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

"Kebutuhan dana untuk peningkatan prestasi olahraga itu cukup besar. Jadi, KONI Pusat sudah tidak bisa lagi mengandalkan APBN. Makanya, saya bilang KONI Pusat sebaiknya dipimpin kalangan swasta atau pengusaha yang mampu menghimpun dana dari sponsor untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut," kata Utut Adianto ketika diminta komentar tentang calon ketua umum KONI Pusat dalam musyawarah olahraga nasional luar biasa (musornaslub) Juli mendatang.

Dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, politikus PDI Perjuangan ini tidak setuju jika pejabat atau pensiunan jenderal memimpin KONI Pusat.

Salah satu calon ketua umum KONI Pusat periode 2019-2023 adalah Muddai Madang. Muddai yang juga pengusaha mengajukan diri sebagai calon ketua umum KONI Pusat.

Muddai mengaku sudah punya konsep untuk membangun olahraga Indonesia. "Saya sudah punya program yang jelas untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi dalam membangun prestasi olahraga nasional," kata Muddai.

Program tersebut, kata Muddai, antara lain membangun koordinasi yang sangat erat antarkelembagaan KONI, KOI, dan Kempora.

"Saya ingin hubungan ketiga lembaga lebih solid lagi. Semuanya harus terencana, berjalan dengan baik dan transparan," katanya.

Muddai pernah menjabat ketua KONI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) selama dua periode. Makanya, dia sangat memahami kesulitan masalah dana pembinaan olahraga. Apalagi, KONI Pusat tempat bernaungnya induk-induk organisasi olahraga amatir (PB/PP) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan prestasi olahraga Indonesia.

"Selain bantuan dana dari pemerintah melalui APBN, saya akan mencoba mencarikan dana KONI melalui sponsor dan melibatkan pihak-pihak swasta dan BUMN yang memiliki dana corporate social responsibility (CSR),” kata Muddai, yang menjabat sebagai pimpinan kontingen Indonesia pada Asian Beach Games Phuket, Thailand 2014.

Alasan lain Muddai maju dalam pencalonan ketua umum KONI Pusat karena adanya permintaan dari beberapa pengurus besar atau pengurus pusat induk olahraga.



Sumber: Suara Pembaruan