SEA Games 2019

Pelatnas Karate Dimulai Pekan Ini

Pelatnas Karate Dimulai Pekan Ini
Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian.
Hendro D Situmorang / CAH Senin, 17 Juni 2019 | 07:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) mulai menggelar pusat pelatihan nasional (pelatnas) untuk SEA Games 2019 pekan ini di Jakarta. Induk cabor ini sudah menyusun program-program untuk mempersiapkan atlet karate berlaga di berbagai ajang multievent dan yang terdekat adalah SEA Games 2019, Filipina.

Sekretaris Jenderal PB Forki, Raja Sapta Ervian mengatakan target di ajang tersebut nantinya adalah 3 medali emas karena masih pesaing kuat dari Vietnam, dan Thailand. Meski hanya menurunkan 80 persen atlet muda, dia yakin bisa mengulang sukses di SEA Games 2017 Malaysia.

"Persiapaan atlet pelatnas sudah siap dijalankan. Ada 19 atlet, 8 atlet di nomor kata, dan 11 di nomor kumite. Ini dilakukan guna menambah pengalaman para atlet junior. Kami sudah siapkan rangkaian program pembentukan timnas karate untuk SEA Games, persiapan menuju Olimpiade 2020 di Tokyo serta PON 2020 Papua," kata Ervian di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Namun ditegaskan bahwa target PB Forki adalah meloloskan atlet Indonesia untuk kualifikasi Olimpiade Tokyo karena ini pertama kalinya karate akan dipertandingkan di Olimpiade. Multievent yang mempunyai gengsi antar negara dunia itu menjadi prioritas.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum PB Forki menyatakan rapat pleno telah menetapkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) yang semula akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pra PON Jakarta akan menjadi ajang seleksi untuk karate-ka yang akan bertanding di PON 2020 di Papua pada September mendatang.

“Saya juga meminta kepada seluruh pengurus untuk membangun kebersamaan dan semangat berprestasi untuk memberikan kontribusi nyata mewujudkan atlet-atlet karate Indonesia pada kancah international terutama target yang terdekat adalah SEA Games Filipina 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020,” ungkap Hadi.

Pemilihan DKI Jakarta sebagai tuan rumah didasarkan dengan kesiapaan dari sarana dan pra sarana di bandingkan provinsi lain. Oleh sebab itu, PB Forki memutuskan memilih ibukota Indonesia itu sebagai penyelenggara Pra PON pada Oktober mendatang di kawasan Senayan Jakarta. 



Sumber: Suara Pembaruan