Rudy "Ahong" Tantang Theodorus untuk Pertahankan Sabuk Juara

Rudy
Rudy “Ahong” Gunawan (kiri) berhadapan dengan Theodorus Ginting di ajang One Pride Arena, 27 Juli 2019 mendatang di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 19 Juli 2019 | 06:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rudy “Ahong” Gunawan akan berupaya mempertahankan sabuk juara nasional kelas welter melawan Theodorus Ginting di ajang One Pride Pro Never Quit. Laga Fight Night ke-30 itu menjadi partai utama yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada 27 Juli 2019 mendatang. Pertarungan ini bagian dari 200 laga per tahun dengan 300 petarung yang berasal dari lebih 50 klub di 34 provinsi di Indonesia.

Rudy “Ahong” Gunawan belum terkalahkan di One Pride Arena. Pria kelahian Jakarta tersebut saat ini lebih dikenal sebagai KOKO (King of KO), karena kemampuan tangan kanannya yang bisa mengakhiri perlawanan musuhnya secepat kilat.

"Saya sudah membuktikan mengakhiri semua pertarungan gelar dengan KO tidak lebih dari 30 detik. Hal ini termasuk 3 kali memecahkan rekor KO tercepat di kelas welter One Pride. Makanya saya tantang lawan baru untuk pertahankan gelar belum terkalahkan, " ujar pemegang Dan-4 Jiu Jitsu Jepang ini, di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Tidak hanya andal di atas, permainan bantingan dan kuncian Ahong mengantarnya untuk mewakili Indonesia di cabang olahraga Jiu Jitsu pada Asian Games 2018 lalu. 

Sementara Theodorus “Singa Karo” Ginting sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang olahraga, termasuk memegang gelar tinju nasional, kejuaraan kickboxing, dan MMA. 

Sejak debutnya di One Pride pada bulan September 2017, pemegang sabuk biru Brazilian Jiu Jitsu dari Carlson Gracie ini juga belum pernah terkalahkan. Putra Karo kelahiran Jakarta ini dikenal sebagai fighter dengan kemampuan tarung yang lengkap dan bisa menaklukkan lawan baik di permainan atas maupun permainan bawah.

"Perseteruan kami sesama fighter ini sudah dimulai sejak bulan Februari 2018. Tahun ini, Ahong bukan siapa-siapa. Saya juga menantang Ahong untuk merebut sabuk juara kelas welter. Namun, kesempatan itu tidak jatuh pada saya karena Ahong juga harus memulihkan diri dari patah tangan pada pertandingan terakhirnya, sehingga kesempatan itu kembali tertunda," tutup Theo.



Sumber: Suara Pembaruan