Raja Sapta Oktohari Tanpa Penantang di Munas ISSI

Raja Sapta Oktohari Tanpa Penantang di Munas ISSI
Ketua Umum PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, memberikan penjelasan kepada awak media usai penandatanganan kerja sama pengelolaan Jakarta International Velodrome, Senin (17/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 26 Juli 2019 | 15:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panitia Tim Penjaringan calon Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) menyatakan Raja Sapta Oktohari menjadi calon tunggal caketum periode 2019-2023 pada musyawarah nasional (munas) yang akan digelar mulai hari ini Kamis 26 Juli - Jumat 27 Juli 2019 di Bandung. Oktohari dinyatakan lolos syarat faktual dan administrasi sehingga berpotensi terpilih secara aklamasi.

Ketua Panitia Tim Penjaringan, Basiruddin Amiruddin mengatakan sebenarnya ada satu orang yang juga coba mendaftarkan diri. Namun calon bernama Endang Darmawan tidak bisa melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan yakni melengkapi berkas persyaratan dan surat dukungan.

"Dengan demikian Omtari diprediksi tanpa penantang di Munas hari ini. Kami Tim Penjaringan telah melakukan verifikasi dan memutuskan hanya ada satu calon yaitu Raja Sapta Oktohari yang lulus verifikasi faktual dan memenuhi administrasi. Salah satu syarat pernah menjadi Pengurus Provinsi dan PB ISSI. Sedangkan pendaftar kedua tidak memiliki (syarat) itu. Namun kami tidak mengatakan gagal atau kami gugurkan. Semua ini kami serahkan ke floor di Munas besok," kata Basiruddin ketika dihubungi Jumat (26/7/2019)

Sebelumnya Sekretaris Tim Panitia Penjaringan, Ardy Mbalembout dan Anggota Solon Sihombing, saat resmi menutup pendaftaran calon ketua umum di Kantor PB ISSI, Jakarta, Kamis (25/7/2019) menyatakan Oktohari yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI, mendapatkan dukungan 24 suara dari 30 suara sah. Ada 30 suara dari 32 voters yang dipastikan bakal ikut memilih. Dua lainnya yakni Papua Barat dan Kalimantan Utara masih tahap finalisasi hingga pelaksanaan Munas.

Selain dukungan pemilik suara, calon juga harus melengkapi beberapa persyaratan yang diantaranya harus pernah menjadi pengurus pengprov ISSI maupun PB ISSI dibuktikan dengan legalitas.

"Kami, tim penjaringan telah melaksanakan tugas yang dibebankan. Untuk pendaftaran calon sendiri sudah kami buka sejak 18 Juli lalu dan ditutup hari ini pada pukul 16.00 WIB," kata Sekretaris Tim Penjaringan, Ardy Mbalembout.

Diakui, persyaratan yang tidak bisa dipenuhi Endang sebagai penantang Oktohari adalah bukti dukungan. Dari syarat minimal enam dukungan Pengprov, dia hanya bisa mendapatkan lima. Ditambah dokumen Pengprov Bali ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum, sedangkan syarat dari Tim Penjaringan harus dari Ketua Umum dan surat dari Pengprov Sulteng sudah habis masa berlakunya.

"Intinya, pendaftar kedua tidak memenuhi syarat faktual dan administrasi," tutup Anggota Solon Sihombing.

Musyawarah Nasional PB ISSI akan dilaksanakan pada 26-27 Juli 2019 di Hotel Mason Pine di Kota Baru Parahyangan Bandung. Selain pemilihan Ketua Umum, agenda lainnya adalah rapat pleno dari masing-masing bidang PB ISSI periode sebelumnya. [H-15



Sumber: Suara Pembaruan