PABBSI Bidik Kuota Olimpiade Bertambah

PABBSI Bidik Kuota Olimpiade Bertambah
Para lifter pria Indonesia yang jalani tes progres latihan di Markas Marinir Kwini, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 26 Juli 2019 | 22:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Besi Indonesia (PB PABBSI) membidik bisa menambah kuota atlet yang akan diturunkan pada ajang dunia Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Oleh karena itu, pihaknya terus menggenjot para lifter Merah Putih pada progres tes latihan sampai tahun depan.

Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono mengatakan hingga saat ini Indonesia hanya baru memiliki kuota satu tiket yakni Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg. Ia pun berharap bisa mendapatkan kuota lebih banyak di Olimpiade.

"Dalam proses ini, kita masih memikirkan merebut kuota Olimpiade, karena sampai saat ini baru satu yaitu Eko yang lolos ke Olimpiade. Kedepan, kita harap ada atlet lain yang bisa merebut tiket tersebut," ucap Djoko tes progres latihan di Markas Marinir Kwini, Jakarta, Jumat, (26/7/2019).

Djoko mengaku para atlet sudah menunjukan peningkatan ketika menjalani program pelatihan di pelatnas angkat besi. Anak didiknya akan terus menjalani tes tersebut sampai menjelang SEA Games nanti. Pengurus PB PABBSI kini tidak lagi menargetkan emas di SEA Games 2019 tapi juara umum dengan meraih 3 hingga 5 emas sekaligus tambahan kuota untuk Olimpiade Tokyo 2020.

"Ini adalah merupakan tes Progres latihan yang keempat sejak pelatnas terbentuk. Untuk sampai nanti ke SEA Games, kita masih mengalami tiga tes lagi. Kita akan terus mengamati Progres latihan dan ingin tahu peningkatan para atlet," ungkap Joko yang menjelaskan rata-rata angkatan atletnya mengalami peningkatan dan mukai terlihat dari 2 sampai 10 kilogram selama menjalani progres latihan satu bulan ini dalam kurun empat bulan lalu.

Pelatih kepala angkat besi Indonesia, Hadi Wihardja mengatakan peningkatan dari atlet putri mengalami kemajuan hingga 95 persen. Peningkatan itu tak lepas dari keterlibatan dari pelatih ahli gizi selama menjalani latihan. Oleh karena itu, dia yakin potensi untuk mendapatkan kuota Olimpiade pada putri bisa tercapai.

"Untuk di putri sementara ini memang ada tiga atlet, Windy Cantika Aisyah, Syarah Anggraini, dan Nurul Akmal. Tapi, kita harap minimal itu Windy ada di rangking 18 dengan catatan minimal harus mengikuti 6 event. Tapi sekarang baru dua event. Kalo progress seperti ini terus saya rasa ada peluang. Kami berharap bisa meraih tiket ke Olimpiade Tokyo mendatang," tutupnya. 



Sumber: Suara Pembaruan