KPK: Inasgoc Bisa Jadi Contoh Transparansi Anggaran

KPK: Inasgoc Bisa Jadi Contoh Transparansi Anggaran
Pahala Nainggolan. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / AMA Jumat, 2 Agustus 2019 | 11:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan menyatakan sebaiknya belajar dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) yang membawa olahraga bisa jadi industri.

"Ketika menghadapi Asian Games 2018, kita diwanti-wanti mendampingi Inasgoc demi nama besar Indonesia. Belajar dari Inasgoc, ternyata olahraga bisa jadi industri. Ini yang harusnya menjadikan contoh agar dunia olahraga ini ke depan bisa lebih mandiri," tegas Pahala Nainggolan saat menjadi salah satu tamu undangan pada pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023 di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (1/8/2019).

Ia mengingatkan, KONI di bawah pimpinan Marciano Norman diharapkan  tidak melakukan budaya gratifikasi (suap) dalam melakukan kegiatan. Apalagi, KONI saat ini menjadi pantauan setelah beberapa pengurusnya terdahulu berurusan dengan lembaga anti rasuah itu.

"Buat KPK salah satu unit yang belum berhubungan dengan intens (KONI), tapi sekarang kita akan ikut mendampingi baik KONI Pusat maupun KONI Daerah," ujarnya.

Terkait itu, ia meminta KONI lebih transparan. "Kuncinya semuanya buat transparan. Anggaran juga harus terbuka. Jika mengajukan proposal nilainya jelas. Kegunaannya, laporannya juga jelas. Jika perlu proposal dipublikasikan sehingga masyarakat bisa memantau apakah program yang dijalankan benar," katanya menambahkan.

Dengan terjadinya kerja sama ini, Pahala berharap tidak ada lagi kasus olahraga yang masuk ke lembaga anti rasuah itu.

"KPK siap memfasilitasi. Jika KONI Daerah kami juga akan membantu karena kami juga ada perwakilan di daerah. Harapan kami, tahun ini adalah yang terakhir kasus olahraga masuk KPK," katanya menegaskan.

KONI Pusat di bawah kepemimpinan Marciano Norman memang membuat gebrakan dengan menggandeng KPK demi berjalannya akuntabilitas keuangan di induk organisasi olahraga Indonesia. Tidak hanya itu, untuk kepengurusan juga melibatkan banyak pihak mulai mantan atlet, pengusahan hingga disabilitas.



Sumber: Suara Pembaruan