Jakarta Squash Open 2019 Jadi Persiapan PON 2020

Jakarta Squash Open 2019 Jadi Persiapan PON 2020
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Amalia Chrisna Damayanti dengan Kadispora DKI Jakarta, Achmad Firdaus berfoto bersama para atlet yang mengikuti Jakarta Squash Open 2019 di Lapangan Squash GBK Senayan Jakarta.
Hendro D Situmorang / CAH Rabu, 28 Agustus 2019 | 08:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Squash DKI Jakarta menggelar kompetisi bertajuk Jakarta Squash Open 2019 di Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 Agustus 2019. Ajang yang digelar sebagai persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 ini juga dijadikan ajang untuk membuat tim squash DKI lebih siap tampil.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Amalia Chrisna Damayanti. Menurutnya, tujuan diselenggarakannya kompetisi ini yaitu karena Squash membutuhkan sekali kompetisi-kompetisi seperti ini.

"Kita mendapatkan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta untuk mengadakan kompetisi yang bertajuk Jakarta Squash Open dan kita sambut dengan baik dukungan tersebut," kata Amalia saat ditemui di lapangan squash GBK, Selasa (27/8/2019).

"Kompetisi ini juga sekaligus bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga squash. Kami ingin membuat event ini sebesar mungkin agar masyarakat di seluruh Indonesia mengetahui olahraga Squash lebih jauh lagi. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita banyak sekali melakukan promo-promo seperti kita membuat dan menyebarkan konten-konten video atlet-atlet Squash di DKI Jakarta yang berbakat," ungkap Amalia.

Menurutnya total atlet yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 180 orang yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia serta dari luar negeri seperti India, Malaysia dan Singapura.

"Sebenarnya banyak sekali negara-negara di Asia yang ingin ikut berpartisipasi, karena kita memberikan informasi terkait kompetisi ini ke seluruh negara Asia, akan tetapi pada tahun 2019 beberapa negara di Asia bertepatan dengan ujian sekolah, oleh karena itu hanya tiga negara saja yang turut serta dalam kompetisi ini," jelas dia.

Jakarta Squash Open memiliki beberapa kategori, dari mulai kelompok usia 11 tahun, 13 tahun, 15 tahun, 17 tahun, 19 tahun, katagori open serta kategori master. 

Jadi pembinaan prestasi kita di DKI Jakarta tetap berlanjut, walaupun sampai saat ini olahraga Squash belum masuk dalam agenda PON, akan tetapi kita tidak putus asa untuk melobi-lobi sekaligus pembinaan prestasi kita tidak berhenti.

Kadispora DKI Jakarta, Achmad Firdaus menyatakan ajang ini merupakan agenda rutin dari dinas pemuda dan olahraga (Dispora) khususnya di 2019. Dia berharap akan ada peningkatan baik kualitas maupun kuantitas dari turnamen squash setiap tahunnya.

“Apalagi saat ini, kita sedang berusaha agar squash memiliki lapangan sendiri di DKI Jakarta, khusus untuk atlet-atlet squash DKI Jakarta berlatih dan bertanding yang bertaraf internasional. Tujuannya adalah agar nantinya atlet-atlet yang sudah terbiasa berlatih dan bertanding di lapangan yang bertaraf internasional tidak kaget apabila bertanding di lapangan-lapangan yang memang sudah bertaraf internasional,” jelasnya.

Ini menjadi merupakan komitmen yang besar dari Dispora DKI, untuk memajukan olahraga-olahraga yang ada di DKI Jakarta. Sampai saat ini lapangan squash yang sudah ada itu selain di Senayan ada juga di Rawamangun serta di Koja, Jakarta Utara yang sedang dalam tahap pembangunan.



Sumber: Suara Pembaruan