GM Susanto Siapkan Strategi Khusus pada Piala Dunia Catur 2019

GM Susanto Siapkan Strategi Khusus pada Piala Dunia Catur 2019
Atlet catur Indonesia GM Susanto Megaranto ( Foto: Suara Pembaruan / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 5 September 2019 | 11:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menyiapkan strategi khusus yaitu catur cepat bagi atlet andalan Merah Putih, GM Susanto Megaranto pada Piala Dunia Catur bertajuk “The Fide World Cup 2019” yang berlangsung di Khanty Mansiysk, Rusia, 9 September-4 Oktober mendatang.

Apalagi, pada babak pertama, Susanto harus berhadapan dengan pecatur elite dunia, Sergey Karjakin yang merupakan juara Piala Dunia Catur 2015 dan pecatur termuda dunia peraih gelar Grand Master (GM) dengan elo rating 2760.

“Kami sudah siapkan strategi khusus bagi Susanto dalam menghadapi langkah-langkah pembukaan yang jitu untuk melawan Sergey nanti. Pelatih Susanto, Ruslan Cherbakov pun sudah memberikan ilmunya dan tampaknya Susanto sudah memahami langkah yang akan digunakan nanti. Kita mengincar kemenangan lewat permainan catur cepat atau kilat,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Susanto sendiri mengaku tanpa beban menghadapi Piala Dunia Catur 2019 ini. Apalagi, sekarang, pecatur asal Indramayu itu kini sudah tak lagi demam panggung. Hanya satu yang dia harapkan yaitu dinaungi keberuntungan. “Kalau pressure pasti ada, nothing to lose aja. Mungkin justru lawannya yang berada dalam tekanan dan terbebani. Saya memang jauh lebih siap dan merasa tak ada beban apa-apa,” ujar Susanto.

Susanto menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada ajang ini. Ia berhak tampil di ajang bergengsi tersebut setelah menjadi juara kawasan Zona 3.3 Asia Timur 2019. Ia pun bertekad untuk bisa lolos ke putaran kedua. “Akan ada langkah-langkah kejutan di segi opening atau permainan middle. Soalnya kalau permainan biasa sudah terbaca sama dia,” tuturnya.

Dari dua kali partisipasinya di Piala Dunia Catur pada 2007 dan 2011, Susanto belum pernah mampu melewati putaran pertama. Karena itu, ia berupaya keras untuk menebusnya pada kesempatan tahun ini dan bertekad tampil lebih baik lagi dari dua Piala Dunia yang diikuti sebelumnya.



Sumber: Suara Pembaruan