Putusan Kepengurusan Pengda TI Jakarta, BAORI Dipandang Lamban

Putusan Kepengurusan Pengda TI Jakarta, BAORI Dipandang Lamban
Kuasa Hukum Pengda TI DKI Jakarta sekaligus Syamsu Djalal, Rizki Masapan (tengah) di Kantor KONI Pusat, Senayan. ( Foto: dok )
/ YUD Kamis, 5 September 2019 | 21:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia (BAORI) Koni Pusat dianggap telah melanggar keputusannya sendiri. Pernyataan tersebut dilontarkan Pengurus Daerah Taekwodo Indonesia (Pengda TI) DKI Jakarta yang kini dipimpin secara sah oleh Syamsu Djalal.

BAORI dinilai bergerak lambat dalam menyikapi keputusan terkait kepengurusan Ivan Palealu yang sudah tidak sah lantaran telah digantikan Syamsu Djalal, lewat musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musprovlub) Taekwondo Indonesia DKI Jakarta.

“Saat ini saya mengirimkan surat untuk ketiga kalinya, pertama di 19 Juli (2019), 29 Juli dan hari ini. Ketiga surat ini meminta kejelasan terkait putusan perkara kita. Perkara kita itu diperiksa sejak April, tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya, atau putusannya. Kita tunggu-tunggu itu,” kata Kuasa Hukum Pengda TI DKI Jakarta sekaligus Syamsu Djalal, Rizki Masapan di Kantor KONI Pusat, Senayan, Kamis (5/9/2019).

“Kami bingung, BAORI ini berpatokan pada hukum acara apa. Karena secara jelas, di hukum acara BAORI, khususnya dalam Pasal 18 Ayat 6, sudah diatur bahwa pemeriksaan perkara itu 60 hari. Menurut hukum acara BAORI juga secara jelas diatur bahwa penyelesaian sengketa diselesaikan secara baik, cepat dan tidak ditunda. Berarti kalau lihat dari kenyataan ini, lebih dari empat bulan. Ada sesuatu yang ditunda BAORI,” terangnya lagi.

Secara tidak langsung, BAORI memberikan penilaian negatif sendiri. Padahal sesungguhnya, BAORI harus mengupayakan peningkatan konsistensi dan kualitas putusan-putusannya.

Penegakan hukum seharusnya dilakukan dengan tidak menabrak aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan kepentingan serta hak-hak masyarakat, saksama, sesuai fakta yang ada dan berdasarkan hukum yang berlaku.

"Kita juga menyampaikan terkait dengan efek atau akibat dari berlarutnya penyelesaian acara kita. Karena di akar rumput, para atlet, pelatih, wasit, sudah mengalami banyak ketidakadilan dan diskriminasi dari pemohon satu dan dua, kepengurusan di bawah Ivan,” ujarnya.

Rizki menegaskan bahwa keputusan dari BAORI untuk memutuskan kepengurusan Syamsu Djalal dibutuhkan agar atlet, klub, pelatih serta wasit pada saat membutuhkan kejelasan secepatnya.



Sumber: BeritaSatu.com