Juara Nasional, Agus Prayogo Kalah Bersaing dengan Para Pelari Kenya

Juara Nasional, Agus Prayogo Kalah Bersaing dengan Para Pelari Kenya
Pelari nasional, Agus Prayogo (kedua dari kanan), menunjukkan medali dan hadiah uang setelah menjadi yang terbaik pada nomor maraton nasional putra ajang Maybank Marathon Bali 2019 di Gianyar, Minggu (8/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Minggu, 8 September 2019 | 12:32 WIB

Gianyar, Beritasatu.com - Pelari nasional Agus Prayoyo behasil menjuarai Maybank Marathon Bali 2019 kategori full marathon untuk nomor nasional pria. Ia mencatatkan waktu dua jam 36 menit dan berhak membawa pulang hadiah uang Rp 125 juta pada ajang Maybank Marathon Bali 2019 yang berlangsung di Gianyar, Bali, Minggu (8/9/2019).

Posisi kedua kategori ini dikuasai oleh Welman Pasaribu yang hanya tertinggal 45 detik dari Agus Prayogo dan harus puas menerima hadiah uang senilai Rp 75 juta. Adapun tempat ketiga menjadi milik Mursalim yang mencatatkan waktu dua jam dan 37 menit dan hanya mendapatkan hadiah Rp 45 juta.

Hanya saja, para pelari Indonesia itu tidak bisa bersaing dengan para pelari Kenya yang meyapu bersih nomor maraton internasional. Buktinya, tidak satu pun dari mereka bertiga yang mendekati catatan waktu tiga pelari Kenya yang menguasai podium satu sampai tiga untuk maraton kategori terbuka.

Untuk nomor putra maraton terbuka pria, Kirui Simom Kiprugut keluar sebagai jawara pertama dengan catatan waktu dua jam dan 18 menit. Ia membawa pulang hadiah sebesar Rp 200 juta. Tempat kedua diisi oleh rekan senegaranya, Geoffrey Birgen dengan catatan waktu dua jam dan 19 menit. Ia menerima hadiah uang sebesar Rp 150 juta. Adapun tempat ketiga dikuasai pelari Kenya lainnya, Robert Wambua Mbithi dengan catatan waktu dua jam, 22 menit dan berhak atas hadiah uang Rp 100 juta.

Saat jumpa pers, Kirui Simon Kiprugut mengaku, ini adalah untuk pertama kalinya ia mengikuti lomba lari jarak jauh dan langsung menjadi juara. “Saya tidak pernah berlomba di race sebelumnya. Ini untuk pertama kalinya saya mengikuti lomba dan baru pertama kali juga datang ke Indonesia dan Bali. Puji Tuhan, saya bisa langsung juara di sini,” katanya.
Setelah ini, Kirui Simon berjanji akan mengikuti lomba lari di India pada Desember mendatang. Ia berharap bisa meraih medali juga di sana.

Sementara di sektor perempuan, kategori maraton terbuka dimenangi oleh pelari asal Uganda, Chemutai Immaculate dengan catatan waktu dua jam dan 42 menit. Ia hanya unggul lima detik dari pelari Kenya, Peninah Kigen yang menempati posisi kedua. Keduanya masing-masing membawa pulang hadiah uang Rp 200 juta dan Rp 150 juta.

Bagi Chemutai, keberhasilannya tahun ini adalah sebuah penebusan atas kegagalannya tahun lalu menjuarai kategori yang sama. Saat itu, ia hanya menduduki tempat keempat dan harus kecewa karena gagal membawa pulang hadiah. “Tetapi, sebelum lari di sini tahun lalu, saya lari di Prancis. Kali ini, saya skip yang di Prancis dan fokus untuk menjadi juara di Bali,” katanya.

Menghadapi lomba lari di Maybank Marathon 2019 ini, ia mengaku memilih berlatih pada saat matahari terik dan di tempat yang berbukit-bukit. Itu ia lakukan untuk menaklukkan race di Maybank Marathon Bali 2019 yang terdiri dari tanjakan cukup menantang.

Para pelari Kenya lainnya masih juga menjuarai kategori half marathon terbuka untuk putra dan putri serta 10K putra dan putri. Total, para pelari Kenya mengumpulkan lebih dari Rp 1 miliar hadiah uang dari ajang Maybank Marathon Bali 2019 ini.



Sumber: Suara Pembaruan