Turnamen Charity Toraja Golf Galang Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Turnamen Charity Toraja Golf Galang Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Ketua Toraja Golf Commmunity, Yoseph Garo Rantetoding (kiri) bersama peserta Charity Toraja Golf Turnamen (CTGT) berfoto di area Lapangan Golf Senayan Club, Jakarta, Sabtu, 14 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 14 September 2019 | 22:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meski sebagian masyarakat menilai komunitas olahraga golf atau para pegolf bersifat elitis, nyatanya komunitas ini memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya perkumpulan Toraja Golf, yang memiliki kepedulian tinggi untuk ikut ambil peran dalam mendorong terciptanya SDM yang unggul.

Hal itu ditunjukkan pada acara Charity Toraja Golf Tournament (CTGT) yang digelar Perkumpulan Toraja Golf di Jakarta, Sabtu (14/9/2019). Hal ini dilakukan dalam rangka penggalangan dana untuk beasiswa para mahasiswa yang berasal dari Toraja, yang secara kemampuan akademis bagus, namun terkendala dari segi finansial.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/9/2019) disebutkan, perkumpulan Toraja Golf juga memiliki program ke depan, antara lain membantu peningkatan kualitas para pendidik di Toraja, melalukan uji coba, dan bimbingan kepada lulusan SLTA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Perkumpulan Toraja Golf ikut membantu kemajuan pariwisata Toraja lewat promosi dan pembentukan kampung-kampung bahasa. Kampung bahasa itu sebagai tempat untuk mendidik dan melatih generasi muda Toraja untuk dapat menguasai bahasa Inggris, yang tujuannya dalam rangka mendukung kemajuan pariwisata Toraja.

Kegiatan Charity Golf Turnamen kali ini digelar di Lapangan Senayan Golf Club (SGC). Turnamen diadakan dalam suasana khas budaya Toraja, di mana para penerima tamu menggunakan pakaian adat dan aksesoris khas Toraja. Piala juga dibuat khusus dalam bentuk replika rumah Tongkonan. Selain itu, ditampilkan pula tayangan video keindahan alam dan ragam pesona budaya dan kesenian dari Toraja. Para tamu juga disajikan makanan khas Toraja, seperti deppa tori, pokon, dan tak ketinggalan kopi asli Toraja yang telah mendunia.

Pegolf Cantik
Di antara pegolf yang hadir ada Marcella Pranovia, pegolf profesional nasional. Selain menjadi bintang dan menarik perhatian peserta yang umumnya kaum pria, pegolf cantik ini juga berhasil menambah pengumpulan dana panitia untuk beasiswa melalui permainan game yang diikuti para pegolf lainnya.

Turnamen golf nasional bergengsi untuk penggalangan dana sosial bagi mahasiswa yang kurang mampu ini berhadiah spektakuler. Panitia menyediakan hadiah berupa tiga buah mobil, masing-masing Toyota Fortuner, Innova, dan Mitshubishi Expander serta sebuah sepeda motor Royal Enfield.

Namun, dalam turnamen ini tidak ada peserta yang berhasil mencapai in hole. Meski demikian, sejumlah hadiah doorprize diperoleh peserta yang beruntung berupa voucher belanja, batangan logam mulia, televisi, ipad, dan sepeda motor.

Ketua Umum Toraja Golf Commmunity (TGC), Yoseph Garo Rantetoding mengatakan, seperti turnamen sebelumnya, turnamen sosial tersebut disambut baik komunitas pegolf nasional di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Para golfer berasal dari berbagai komunitas golf, seperti dari Telkom, dokter, pertambangan, swasta nasional, maupun usahawan muda mengikuti turnamen tersebut.

Para peserta turnamen Charity Toraja Golf ini berasal dari lintas profesi, lintas etnis, serta menyatu dalam kebersamaan dan kegembiraan, karena para pegolf itu memang memiliki kepedulian yang besar untuk membantu sesama yang memerlukan bantuan biaya pendidikan. Ini sebuah kebanggaan dan sekaligus kehormatan, karena para pegolf nasional hadir dalam kegiatan amal ini.

Yoseph Garo menjelaskan, karena tujuan utama turnamen ini adalah ingin membantu, maka antusiasme dari para sponsor sangat berlimpah. Ini terbukti dengan begitu banyaknya perusahaan yang ikut memberikan sponsor, di antaranya ada lima perusahaan sponsor Platinum, tiga Gold, 3 Silver, dan 12 Bronze. Bahkan, ada juga yang hanya memberikan sumbangan tetapi tidak ikut bermain.

Djekson Mari sebagai Ketua Panitia Turnamen kali ini menambahkan, karena begitu besarnya minat para pegolf untuk ikut ambil bagian dalam turnamen ini, ada ratusan yang ingin membeli tiket undangan untuk ikut ambil bagian. Namun, karena keterbatasan kapasitas lapangan, di mana hanya diperbolehkan maksimal 152 pemain, maka panitia dengan terpaksa hanya bisa melayani permintaan sekitar 80-an perorangan yang bisa membeli tiket.

Seperti di Toraja
Penyelenggaraan Turnamen Charity Toraja Golf ini didesain dengan pernak-pernik khas Toraja, misalnya ornamen rumah Toraja di pintu gerbang lapangan golf Senayan. “Beberapa peserta sempat berkomentar, ini serasa bermain golf di Toraja,” ujar Semly Saalino, salah seorang panitia yang juga President Directur PT Telkom Akses.

Djekson Mari menyebutkan, panitia berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 1,7 miliar dan setelah dikurangi biaya penyelenggaraan turnamen, dana tersebut untuk beasiswa. Dana beasiswa para mahasiswa asal Toraja yang secara finansial kurang mampu dan ke depannya diharapkan makin banyak mahasiswa yang bisa dibantu lewat turnamen golf ini.

Tahun sebelumnya, kata Yoseph Garo, TGC telah sukses menggelar turnamen serupa di Riverside Golf Club, Cimanggis, Depok. Ketika itu turnamen sosial bertaraf nasional tersebut diikuti 166 pegolf, yang umumnya diikuti pegolf non-Toraja dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp 300 juta setelah dikurangi biaya.

Beberapa mahasiswa yang selama ini telah menerima beasiswa dari Toraja Golf mengatakan, mereka sangat terbantu dan dapat meningkatkan prestasi dengan sangat baik serta memuaskan dengan Indeks Prestasi selalu di atas 3 atau mendekati 4.

Testimoni itu antara lain diungkapkan Citra Sari Indah Paduli, mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Kedokteran Gigi, Fincentius Titse Sesa, mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Manajemen, Meita Putri Dauntasik, mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Kimia, dan Shang Alan, mahasiswa angkatan 2018 Program Studi Ilmu Hukum. Mereka semua kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Mereka mengakui, telah merasakan manfaat bantuan beasiswa dari Toraja Golf Community. “Saya merasa sangat terbantu dengan beasiswa dari Toraja Golf Community ini. Saya berharap ke depan makin banyak mahasiswa Toraja yang bisa dibantu oleh komunitas ini, seperti saya,” kata Shang Alan.



Sumber: Suara Pembaruan