Kongres Pemilihan Pengganti Erick Thohir Digelar 9 Oktober

Kongres Pemilihan Pengganti Erick Thohir Digelar 9 Oktober
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, kembali dipercaya menjadi anggota Central Board Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) untuk periode 2019-2023. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 26 September 2019 | 12:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan menggelar kongres dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2019-2023, pengganti Erick Thohir, pada 9 Oktober mendatang. Sejauh ini, baru Raja Sapta Oktohari yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon pengganti Erick Thoir. Ketua Umum PB ISSI tersebut saat ini terus menggalang dukungan dari pemilik suara.

Salah satu pertimbangan dipercepatnya pemilihan Ketua Umum KOI adalah agar ketua terpilih punya waktu yang cukup untuk membentuk tim khusus terkait pengajuan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

“Ini untuk menyikapi agar Ketua Umum KOI terpilih punya waktu guna segera membentuk tim khusus terkait bidding Indonesia jadi tuan rumah untuk Olimpiade 2032. Seperti kita tahu, Australia tengah agresif melobi IOC terkait pencalonan mereka sebagai tuan rumah Olimpiade 2032,” jelas Ketua Umum KOI Erick Thohir sesuai keputusan bersama anggota pada kongres istimewa KOI di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dalam kongres istimewa ini dibentuk tim penyaringan dan penjaringan yang dipimpin Erick Thohir sendiri bersama Hellen Sarita Delima (KOI) sebagai sekretaris, serta Basiruddin (Wakil Sekjen PB Forki), Arsyad Ahmadin (PP PCI), Fully Aswar (IJBA), Kelik Wirawan Widodo (Ketua Umum PB Perpani), dan Rizal Bamadi (Sekjen PB Perpani) masing-masing sebagai anggota.

Kongres istimewa tersebut dihadiri 55 anggota (PB/PP) dari total 60 anggota KOI dan menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) baru. AD/ART KOI yang baru ini disesuaikan dengan statuta Komite Olimpiade Internasional (IOC), seperti soal terkait tata cara pemilihan Ketua Umum KOI dan anggota Komite Eksekutif dengan penempatan dua atlet Olimpiade sebagai pengurus KOI serta pengaturan hak suara bagi anggotanya.

Dalam AD/ART KOI yang baru, cabang olahraga resmi Olimpiade mendapatkan hak tiga suara dan cabang olahraga non Olimpiade mendapat satu suara dalam pemilihan Ketua Umum KOI. Juga disepakati, anggota badan fungsional KOI seperti Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi), Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi), Badan Kordinasi Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bakor Korpri), Kesehatan Olahraga Indonesia (Kori) hanya sebagai mitra KOI tanpa memiliki hak suara.



Sumber: Suara Pembaruan