Finalisasi Cabor SEA Games 2019 Kembali Molor

Finalisasi Cabor SEA Games 2019 Kembali Molor
Presiden INASGOC, Erick Thohir (kanan) bersama Direktur Deputi I INASGOC, Harry Warganegara memberi keterangan kepada awak media terkait Asian Games 2018 Invitation Tournament di Jakarta, 9 Februari 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Danung Arifin )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 3 Oktober 2019 | 07:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Finalisasi cabang olahraga (cabor) yang akan mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2019 kembali molor hingga dua kali. Awalnya Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) akan melakukan finalisasi cabor yang akan diturunkan dan diumumkan pada Senin (30/9/2019) lalu. Namun, batas entry by name dari penyelenggara SEA Games 2019 (Phisgoc) diundur.

Setelah dievaluasi beberapa hal terkait jumlah atlet dan cabor, pengumuman final rencananya Rabu (2/10/2019) juga kembali molor.

"Jadinya Jumat lusa untuk finalisasi, soalnya masih ada beberapa cabor yang masih perlu banyak revisi," ungkap Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia ke SEA Games 2019, Harry Warganegara. kepada para awak media terkait alasan mundurnya kembali finalisasi cabor dan atlet di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Walaupun diundur, KOI disebut sudah mengajukan 52 cabor kepada Kempora untuk didaftarkan ke SEA Games 2019 yang berlangsung 30 November-11 Desember. 44 diantaranya sudah didaftarkan ke Phisgoc dengan jumlah atlet mencapai 663 orang.

Harry sebelumnya mengakui bahwa mundurnya deadline dari pihak penyelenggara cukup menguntungkan karena ada beberapa cabor yang berencana mengganti atletnya dan beberapa cabor yang melebihi kuota.

"Ini menyangkut jumlah kontingen dari mulai atlet, cabor, dan number of event, sedangkan dari cabor sendiri masih ada tukar cabut atlet. Misalkan, atlet A lebih baik dari atlet B, mereka harus mengajukan surat untuk mengubah itu," ucap Harry.

Sementara Pengurus Pusat (PP) PBVSI memulangkan 4 pemain putra anggota Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang disiapkan untuk SEA Games 2019 Filipina. Dengan adanya pemulangan itu menjadikan anggota Pelatnas putra menjadi 14 atlet. Keempat pemain yang dipulangkan itu antara lain Muhammad Malizi, Okky Damar Saputra, Delly Dwi Putra Heryanto, dan Alfin Daniel Pratama.

"Kita harapkan pemain yang dipulangkan ini jangan berkecil hati. Pemulangan 4 pemain ke daerahnya masing-masing bukan karena berdasarkan suka dan tidak suka. Bukan pula karena permainan di bawah standar, tetapi karena kami mengikuti aturan yang hanya diperbolehkan 14 pemain di SEA Games Filipina nanti," kata wakil ketua umum V PP PBVSI, Bambang Suedi saat mengumumkan nama-nama pemain Pelatnas.

Ke-14 pemain yang tetap di Pelatnas tersebut diharapkan pula tetap mempersiapan diri dengan baik dan jangan sampai cedera. Hal itu dikarenakan target di SEA Games nanti adalah 3 medali emas (2 medali emas dari voli pantai dan 1 emas voli indoor). Para pemain yang dipulangkan pun agar tetap berlatih karena tidak menutup kemungkinan jika ke-14 pemain ada yang mengalami cedera bisa digantikan dari keempat pemain tersebut. Timnas bola voli mulai menjalani Pelatnas 7 Juli yang lalu dan berlokasi di Sentul.

Sementara Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) sudah mendaftarkan 16 atlet ke SEA Games 2019 Filipina. Namun mereka belum yakin dengan jumlah pelatih yang bakal dikirim.

Manajer timnas panahan, Taufan Tri Anggoro menjelaskan dari 16 nama atlet yang diserahkan tersebut terbagi 2 nomor yakni compund putra dan putri, serta recurve putra dan putri. Jumlah itu sudah disetujui oleh KOI dan siap untuk diberangkatkan. Namun untuk ofisial belum final.

"Kami upayakan maksimal cuma memang untuk ofisial mungkin dibatasi. Sampai kini kami belum tahu angkanya yang dibolehkan berapa. Minimal empat pelatih itu harus berangkat tapi jika tidak bisa, kami siapkan tempat di sana untuk menggunakan anggaran panahan," jelasnya.

Panahan menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan menjadi lumbung emas di SEA Games 2019 karena Perpani mematok target tiga medali emas. Timnas panahan saat ini berlatih di lapangan panahan Cijantung, Jakarta Timur, sejak Maret lalu. 



Sumber: Suara Pembaruan