Dua Putri Bali Tembus ke Kriket Australia

Dua Putri Bali Tembus ke Kriket Australia
Dua atlet kriket putri asal Bali, Ni Made Putri Suwandewi yang kerap disapa Tori dan Ni Putu Ayu Nanda Sakarini yang disapa Nanda memperlihatkan kebolehannya bermain kriket. ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Kamis, 3 Oktober 2019 | 22:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Dua atlet kriket putri Indonesia asal Bali mampu tembus ke kriket Australia. Mereka adalah Ni Made Putri Suwandewi yang akrab dipanggil Tori dan Ni Putu Ayu Nanda Sakarini. Tori  masuk dalam skuat Women's Global Development Squad (WGDS) yang merupakan atlet gabungan dari negara-negara yang prestasi kriketnya dinilai cukup bagus.

Dalam rilis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (3/10/2019) disebutkan, tim gabungan ini akan menghadapi tim-tim dari Women’s Big Bash League (WBBL) yang merupakan liga kriket putri profesional tertinggi di Australia. Bahkan, tim WGDS akan menjadi bagian dalam tim profesional untuk beberapa pertandingan pertama musim ini.

Tori yang merupakan bowler kelahiran Bali 18 Juli 1998 adalah salah satu dari Top 100 Bowler dunia yang kiprah debut internasionalnya di tahun 2018 melawan Bhutan. Sejak saat itu, dia telah mengumpulkan 10 Wicket dalam 12 pertandingan terakhir.

Tur ini diselenggarakan oleh kriket Australia dengan program yang mirip dengan di Inggris yang mengekspos para pemain berprestasi. Tori adalah satu satunya perwakilan Indonesia dalam tur ini.

ICC Women’s Cricket Manager, Holly Colvin merasa tim dari WGDS memiliki peran penting untuk meningkatkan standar kriket putri. Dia menyebut, WGDS adalah salah satu cara untuk mengembangkan bakat atlet.

“Kriket putri telah meningkat dalam beberapa tahun ke belakang dan sangat penting bagi kami menyediakan kesempatan bagi atlet-atlet berprestasi untuk belajar langsung dengan atlet-atlet kelas dunia. Ini sebagai tantangan yang harus dijawab untuk bisa menjadi lebih baik ke depan,” kata Holly Colvin.

Di dalam Tim WGDS, Tori akan bergabung dengan Bismah Maroof ( Pakistan sebagai kapten), Rumana Ahmed, Nigar Sultana Joty (Bangladesh), Lara Martiz (Irlandia), Hannah Rowe (New Zealand), Kaia Arua, Tanya Ruma (Papua New Guinea), Katie McGill, Sarah Bryce (Skotlandia), Sornnarin Tippoch, Suleeporn Laomi, Naruemol Chaiwai (Thailand). Mereka akan ditangani pelatih kepala asal Belanda, Sean Trouw dengan Peter Ross sebagai asisten pelatih.

Selain memperkuat tim WGDS, Tori juga akan mewakili Indonesia di turnamen Australia Country Cricket Championship (ACCC). Dia bersama rekan Batsmen Indonesia lainnya, Ni Putu Ayu Nanda Sakarini (Nanda) akan memperkuat Tim East Asia Pasific (EAP) melawan Club kota di Australia yang akan digelar 5-11 Januari 2020. EAP merupakan gabungan atlet cricket putri dari Jepang,Vanuatu, Samoa, Papia New Guinea dan Indonesia.

Nanda adalah Wicketkeeper dan Batsmen juga asal Bali. Skor tertinggi yang Nanda raih adalah 65 Run melawan Myanmar di ajang Kartini Cup Bali. Gadis kelahiran 24 September 1997 ini merupakan kapten tim Provinsi Bali.

"Tampilnya Tori dan Nanda di Australia merupakan suatu kebanggaan. Dan, saya berharap atlet-atlet cricket dari daerah lain mampu mengikuti jejak bajang-bajang Bali yang sudah mampu menembus pertandingan Cricket Australia," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) Aziz Syamsuddin di Jakarta, Kamis (3/10/2019.

Wakil Ketua Umum PP PCI Abhiram S Yadaw menambahkan, "Ya, khusus kepada Tori yang mendapat kesempatan menjajal kemampuan atlet-atlet kriket kelas dunia yang bermain Liga Profesional Australia diharapkan mampu memetik pengalaman berharga. Begitu juga dengan Nanda. Mudah-mudahan kedua ujung tombak Timnas Cricket Putri Indonesia bisa membawa prestasi Indonesia lebih baik ke depan."



Sumber: Suara Pembaruan