Tinjau Pelatnas, Menpora Optimismis Panahan Sabet 4 Emas

Tinjau Pelatnas, Menpora Optimismis Panahan Sabet 4 Emas
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali berfoto bersama para atlt panah dan PP Perpani saat meninjau pelatnas panahan untuk SEA Games 2019 di Lapangan Panahan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / RSAT Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali optimistis tim panahan Indonesia mampu meraih 4 medali emas bahkan lebih di ajang SEA Games 2019 Filipina. Hal itu diutarakan saat memantau pelatnas panahan untuk SEA Games 2019 di Lapangan Panahan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Menpora datang untuk meninjau persiapan secara langsung sekaligus menyemangati para atlet yang sedang berlatih. Menteri yang baru dilantik pada 23 Oktober 2019 itu berharap pencapaian cabang olahraga panahan di SEA Games 2019 bisa lebih baik dari sebelumnya.

"Persiapannya semakin dekat, kondisi atlet panahan cukup baik. Semoga nantinya bisa meraih medali emas, lebih baik dari sebelumnya. Kita harus yakin bisa dapat emas. Berjuanglah demi Merah Putih. Pemerintah tentunya mendukung. Terus berkonsentrasi dalam latihan, semangat dalam latihan dan sungguh-sungguh, fokus, semoga nanti hasilnya akan bagus," tegas Zainudin.

Ketua Umum PP Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Kelik Wirawan menyambut baik kunjungan Menpora ke pelatnas panahan. Menurutnya tim panahan Indonesia sudah siap tempur karena sudah melakukan persiapan sejak April 2019.

"Kami sudah melakukan persiapan sejak April hingga sekarang, dan juga sudah melakukan try out. Selain itu, persiapan teknik hingga mental sudah dilakukan. Semoga nantinya bisa meraih medali, lebih baik dari sebelumnya. Di SEA Games 2019 kali ini akan kami buktikan. Untuk gizi atlet baik," lanjut Kelik.

Masalah Peralatan
Namun ia mengakui di pelatnas terdapat kendala khususnya peralatan bagi para atletnya. Masalahnya adalah ada satu alat atlet yakni Nur Asyifa di nomor recurve puteri, patah dan ada satu atlet lagi yang hanya punya satu busur. Sementara atlet lain per orangnya punya dua.

"Jadi kami memberikan laporan langsung bahwa kami butuh alat untuk latihan dan saat pertandingan nanti. Kami PP Perpani sudah memesan peralatan untuk mengganti peralatan yang rusak. Terkait biaya, satu busur panah bisa mencapai Rp 56 juta," jelasnya.

Namun, pihak penyedia peralatan ini belum bisa memberikan busur tersebut hingga saat ini. Pasalnya, persediaannya belum ada.

"Busur itu 'kan mesti menyesuaikan kebutuhan atlet, jadi saat memesan itu diukur dulu. Kebetulan Nur perawakannya agak kecil," ujarnya.

Menanggap hal ini, Menpora Zainudin berjanji akan segera mencarikan solusi. Meski tak instan, pria kelahiran Gorontalo tersebut menyanggupi permintaan tersebut.

"Pertama, masalah Perpani ini akan kami selesaikan di Kempora secara bertahap. Kedua, jika kita berbicara pengeluaran budget pembelian peralatan, jangan sampai ada kesalahan prosedur karena ini menyangkut APBN, dan kami harus benar-benar berhati-hati betul agar tidak ada penyimpangan," kata Zainudin.

Setelah mendengarkan beberapa kendala, Zainudin berharap para atlet dan para pengurus tak mengendurkan semangat. Pasalnya, cabang olahraga panahan diharapkan jadi salah satu penyumbang medali terbanyak.

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, cabang olahraga panahan menggondol 4 medali emas. Zainudin berharap pada SEA Games di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang, panahan bisa meningkatkan sumbangan medalinya.

"Kalau saya dengar dari pengurus kan dua tahun lalu kita di peringkat kelima klasemen akhir. Saya berharap prestasi tahun ini lebih ditingkatkan lagi. Seusai mendengar persiapan dan perkembangan jelang SEA Games, saya optimistis bisa mengulang kesuksesan dua tahun lalu dengan meraih 4 medali emas bahkan lebih," ucap Menpora.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan