Siti Nurbaya Resmi Buka Kejurnas Karate Pra PON

Siti Nurbaya Resmi Buka Kejurnas Karate Pra PON
Siti Nurbaya ( Foto: SP/Joanito de Saojoao / SP/Joanito de Saojoao )
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 5 November 2019 | 12:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Penasehat Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) yang juga Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidiup (KLH) Siti Nurbaya Bakar  resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019 yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Pada pembukaan ini, Siti berharap hasil Kejurnas bisa membawa perolehan positif bagi para atlet menjelang PON 2020 yang akan berlangsung di Papua. Kejurnas akan berlangsung hingga 6 November mendatang.

"Selain menghadirkan tontonan kompetisi yang berkualitas, bagi atlet, bisa menjadi insan yang membanggakan. Tunjukkan penampilan terbaik dalam membela panji daerah masing-masing," ujar Siti dalam pembukaan di Jakarta yang didampingi oleh Sekjen PB Forki, Raja Sapta Ervian, Waketum KONI Pusat, Suwarno, dan Ketua KONI DKI Jaya, Djamhuron.

Mengingat Kejurnas ini akan berpengaruh pada keikutsertaan atlet di PON 2020, maka kompetisi akan berlangsung dengan ketat. Menyikapi hal ini, mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri itu berpesan agar semua pihak tetap berlaku adil dan sportif, baik atlet maupun wasit yang mengatur jalannya pertandingan.

"Saya pesan, agar peran wasit harus berdasar pada netralitas dan tidak berpihak pada kontingen daerah atau kepentingan tertentu yang berpotensi merugikan atlet. Untuk atlet tunjukkan diri anda sebagai karateka sejati, tangkas, dan berjiwa besar," ujar Siti yang kini menjadi politisi Partai Nasdem.

Sementara Ketua Forki DKI Jaya, Meitra Mivida mengatakan, tim karate DKI menargetkan perolehan lima medali emas dan meloloskan karateka sebanyak mungkin dalam Kejurnas Karate/Pra-Kualifikasi PON. Dalam ajang ini DKI Jaya menurunkan sebanyak 19 karateka dan tampil di semua kelas yang dipertandingkan.

"Persiapan kami menghadapi ajang ini selama empat bulan. Kami membidik target lima emas dan meloloskan sebanyak mungkin karateka di PON 2020 mendatang, " katanya di sela-sela acara pembukaan.

Untuk penilaian, PB Forki akan memakai peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB Forki dan Federasi Karate Dunia (WKF). Untuk kumite, misalnya, akan menggunakan pranata "double knock down", sementara nomor kata akan memakai pranata pertandingan Kata WKF 2019.

Ajang ini diikuti 410 atlet yang memperebutkan tiket ke PON Papua, terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri.

Dalam Kejurnas ini dipertandingkan 15 kelas, yaitu kata putra dan putri, baik perorangan dan beregu, serta enam kelas kumite putra -55kg, -60kg, -67kg, -75kg, -84kg, dan +84kg, dan lima kelas kumite putri, yaitu -50kg, -55kg, -61kg, -68kg, dan +68kg.

Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian menuturkan, nantinya para peserta yang lolos dengan peringkat 1-8 di setiap nomor Kejurnas Pra-PON, berhak untuk tampil mewakili daerahnya di PON 2020 Papua.



Sumber: Suara Pembaruan