Berlari sambil Menjaga Lingkungan di Jabar International Marathon

Berlari sambil Menjaga Lingkungan di Jabar International Marathon
Para pelari dengan balon biru mempromosikan Jabar International Marathon di mana kita dapat menjaga pola hidup sehat serta menjaga lingkungan. (3/11) ( Foto: Humas Jabar / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 15 November 2019 | 13:54 WIB

BANDUNG, Beritasatu.com - Berlari sambil menjaga lingkungan, jangan lewatkan Jabar International Marathon (JIM) 2019 di Kabupaten Pangandaran pada 1 Desember mendatang.

Di agenda keduanya ini, para peserta dapat ikut berlari di empat kategori Full Marathon 42K, Half Marathon 21K, 10K dan 5K. Anak-anak juga dapat menikmati keseruannya di Kid Sprint (1 KM).

Pada event internasional yang dihelat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini, para pelari pun tak hanya menguras keringat, tetapi bisa berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dengan tema eco-tourism.

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamina Kamojang, mereka diajak untuk membersihkan pantai yang saat ini dihadapi banyaknya sampah plastik. Gelas berbahan kertas digunakan dan keranjang anyaman tradisional Pangandaran menggantikan trash bag yang umumnya digunakan.

Selain konsep eco-friendly, Kepala Dispora Jabar Engkus Sutisna mengusungkan empat konsep lainnya yaitu reborn ('lahir kembali'), happiness ('kebahagiaan'), carnival ('karnival') dan local engagement ('keterlibatan masyarakat setempat').

JIM 2019 ini seolah lahir kembali dengan ditunjuknya IdeaRun terkait race managementnya. Kebahagiaan ini ingin diraih dengan bahagianya para peserta ketika berlari sambil menikmati keindahan alam dan kuliner Pangandaran. Pesona alam Pangandaran berupa pantai, gunung maupun hutan ini akan dinikmati peserta 41K dan 21K.

Suasana akan menjadi semakin meriah dengan konsep karnival berupa yel-yel atau kentongan oleh masyarakat setempat di sepanjang rute lari. Dengan melewati delapan sekolah dasar, 100 anak dari sekolah tersebut juga turut berlari di Kid Sprint. Tak hanya itu, para anak-anak ini suatu saat dapat menjadi bibit baru pelari Jabar.

Engkus juga menuturkan masyarakat setempat akan aktif dalam JIM 2019 sebagai volunteer yang akan bertugas di water station.

Saat ini, 2.297 pelari baik nasional maupun mancanegara sudah mendaftarkan diri untuk berlari sambil menjaga lingkungan. Bagi para warga lokal, pendaftaran akan dibuka pada Jumat (29/11). 

"Hingga Kamis (14/11), sudah ada 2.021 yang konfirmasi kehadiran (membayar). Pendaftaran ini akan ditutup Jumat (15/11). Nantinya, akan ada 200 slot offline untuk warga dengan KTP Pangandaran sebagai privilese tuan rumah. Peserta maraton lokal itu juga akan mendapat diskon 50 persen," ujar Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Jabar sekaligus Ketua Pelaksana JIM 2019 Desiyana Savitri.

Berlari melewati Pantai Barat hingga Sunset Beach Pantai Pangandaran, para pelari tak perlu khawatir karena keamanan trek sudah disiapkan dengan matang. Desy juga mengajak para masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan membentuk karakter disiplin dengan berlari.

Pesan senada disampaikan Pocari Sweat Pacer sekaligus peserta Full Marathon asal Bandung Debby Meylia. Sebelum berlari, ia menerapkan rangkaian latihan yang melatih kedisiplinannya. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan para pelari untuk meghindari dehidrasi dengan mengunjungi hydration point Pocari Sweat.

Selain bekerja sama dengan Pocari Sweat dan Dinas Lingkungan Hidup serta Pertamina Kamojang, Dispora Jabar pun menggandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Bank bjb, OYO Group Hotel, hingga ASWATA untuk menyukseskan JIM 2019.

Dengan rangkaian acara yang menarik dan hadiah total Rp 600.350.000, pihak JIM optimis dapat mencapai target 2.500 orang peserta untuk berlari sambil menjaga lingkungan.



Sumber: BeritaSatu.com