PRSI Akan Cetak Perenang Unggul Lewat Pelatnas Tanpa Henti

PRSI Akan Cetak Perenang Unggul Lewat Pelatnas Tanpa Henti
Pengurus PB PRSI dan Panitia Pelaksana menjelaskan kejuaraan nasional Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 13 Desember 2019 | 13:45 WIB

Jakarta Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menilai program pembinaan jangka panjang tanpa henti adalah solusi mencetak perenang unggulan yang berkualitas. Jadi tidak ada istilah pelatnas bubar.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E Rahardjo menegaskan idealnya renang itu harus mencontoh pelatnas bulutangkis yang tanpa henti dan melakukan seleksi berskala tiga bulan sekali. Jadi pelatnas itu berkesinambungan dengan program jangka panjang. Hal ini menjawab evaluasi cabang olahraga renang yang merebut hanya satu dari target empat emas di SEA Games 2019.

"Jadi jangan di situ mau SEA Games, baru dipersiapkan enam bulan sebelumnya. Baiknya jauh-jauh lagi karena berhenti dua  minggu saja, kualitas atlet itu bisa menurun. Kemarin itu bahkan sempat terhenti selama 4-5 bulan. Lalu lanjut lagi masuk pelatnas SEA Games 2019 pertengahan tahun. Ini yang menjadi evaluasi kami dan menjadi salah satu hal yang ingin dilakukan pelatnas tanpa henti dan itu sudah diterapkan negara lain yang banjir medali," ungkapnya usai konferensi pers Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka di GBK Aquatic, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Program pembinaan jangka panjang dan berkesinambungan tanpa terputus menjadi salah satu hal yang bakal diterapkan. Hal itu disadari yang membuat atlet menjadi lemah meski akhirnya bisa dikejar dengan sistem kebut, namun tidak maksimal.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (Kabidbinpres) PB PRSI, Wisnu Wardhana mengaku persiapan perenang menghadapi SEA Games 2019 terlalu mepet. Pelatnas sepanjang mungkin dan jangan terhenti

“Ke depan juga kita tidak bisa menunggu sampai ada dukungan dari pemerintah. Tentunya kita harus mencari solusi bagaimana kita bisa melaksanakan pelatnas sedini mungkin dan sepanjang mungkin,” ujar dia.

Wisnu mengaku jika pihaknya memang terkendala masalah klasik, yakni anggaran untuk menjalankan pelatnas berkesinambungan. Solusinya, ia akan membicarakan hal ini di forum kepengurusan dengan pemerintah.

“Kami harapkan atlet-atlet nasional berlatih di klubnya masing-masing atau mungkin kita bisa lakukan untuk sementara sampai ada keputusan bisa kita lakukan pelatnas desentralisasi. Artinya kita tempatkan mereka di klub-klub terdekat dari provinsi, agar mereka bisa berlatih dengan program terpadu,” ucapnya.

IOAC 2019
Di sisi lain, Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia Terbuka 2019 atau Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019, yang akan digelar di Jakarta 13-19 Desember, selain menjadi salah satu ajang seleksi pra PON Papua 2020 juga bagian dari kualifikasi Olimpiade.

"Kejuaraan ini menjadi tolok ukur atlet menuju PON 2020 Papua. Jadi, seluruh daerah pasti ingin mengirimkan atlet-atlet terbaiknya di PON. IOAC menjadi puncak pembinaan renang selama setahun,” ujar Harlin.

IOAC 2019 yang menginjak tahun ketiga itu akan mempertandingkan lima disiplin yakni renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik serta satu tambahan renang master. Kurang lebih 1.500 peserta akan mengikuti kejuaraan tersebut. Cabang renang akan dimulai pada 13-17 Desember, loncat indah 17-19 Desember, renang artistik 18-19 Desember, dan polo air 13-17 Desember di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno Jakarta.

Selain itu, Harlin menjelaskan bahwa kejuaraan yang telah masuk dalam kalender FINA itu juga akan menjadi salah satu ajang kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

“Semua daerah tentu akan mengirim putra-putri terbaiknya untuk bisa meraih tiket ke PON 2020. Selain itu juga bonus buat para perenang senior sebagai kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IOAC 2019 sekaligus Kabidbinpres PB PRSI, Wisnu Wardhana menyebutkan sebanyak 30 provinsi akan ikut serta dalam kejuaraan tersebut.

“Untuk renang maksimal 1.100 perenang, polo air terdiri dari tujuh grup putra dan empat grup putri, loncat indah 100 peserta, renang indah 120 peserta, dan master sekitar 250 peserta,” tutup Wisnu. 



Sumber: Suara Pembaruan