Rosan Roeslani Diajukan Sebagai Ketua Kontingen Olimpiade 2020

Rosan Roeslani Diajukan Sebagai Ketua Kontingen Olimpiade 2020
Rosan Perkasa Roeslani. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 26 Desember 2019 | 09:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Rosan Perkasa Roeslani diajukan Komite Olimpiade Inodnesia sebagai Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengakui telah menerima surat rekomendasi tersebut dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari. Hingga saat ini, Rosan Roeslani yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) masih menjadi calon tunggal yang diajukan NOC Indonesia untuk menduduki posisi CdM Olimpiade 2020.

"Ya betul NOC Indonesia (KOI) sudah mengusulkan nama pak Rosan, tapi nanti saya tanya dahulu kenapa menunjuknya sebagai CdM Olimpiade 2020," ujar Zainudin di Gedung Kempora, Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Zainudin menegaskan, KOI punya hak untuk mengajukan nama CdM pada multiajang internasional. Kempora, lanjutnya hanya melakukan penelaahan terhadap nama yang diajukan KOI.

"Pemerintah itu tidak boleh campur tangan dalam pengajuan CdM, tapi kami boleh pertanya. Kenapa pilih dia? kalau oke ya jalan. Itu saja," beber Zainudin.

Untuk membahas lebih lanjut soal penunjukan CdM Olimpiade 2020, Zainudin mengaku akan melakukan pertemuan dengan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam waktu dekat.

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari berharap CdM yang terpilih nanti bisa mencurahkan kepeduliannya dan aktif kepada berbagai federasi cabang olahraga. Diakui multievent sebesar Olimpiade memiliki tantangan yang lebih berat dari ajang regional semacam Asian Games.

Nantinya setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kempora terkait tim asistensi dan analisis data, selanjutnya KOI akan menentukan Ketua Kontingen (CdM) untuk Olimpiade 2020 Tokyo. Jadi program Olimpiade 2020 sudah dimulai dan pihaknya masih lakukan sendiri-sendiri.

Setelah tim CdM terbentuk, itu akan jadi jalur utama kita komunikasi ke cabang olahraga, sekaligus kita akan mengawal proses lolos kualifikasi. Sekarang soal tim itu, kita masih menunggu persetujuan dari Kempora. Semakin cepat disetujui makin bagus persiapannya,” ujarnya.

"Kriterianya adalah CdM Olimpiade itu yang paling utama adalah peduli bukan hanya cabor yang dia pimpin, tapi semua cabor yang berpotensi untuk lolos kualifikasi Olimpiade. Karena di Olimpiade itu yang utama adalah merebut medali, tapi sebelum itu adalah bagaimana caranya lolos kualifikasi dahulu," kata Oktohari.

KOI menargetkan jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade 2020 bisa melampaui jumlah atlet pada Olimpiade 2016 sebanyak 28 orang. Apalagi beberapa cabang olahraga, seperti angkat besi, bulu tangkis, renang, dan panjat tebing mempunyai peluang besar lolos kualifikasi.

Indonesia baru meloloskan tiga atletnya ke Olimpiade 2020. Tokyo. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri dari cabang atletik, Riau Ega Agatha dari cabang panahan, dan Vidya Rafika dari cabang menembak.

"Saat ini memang hanya beberapa yang sudah dipastikan untuk lolos ke Olimpiade 2020, tapi saya yakin kita punya peluang yang lebih karena banyak cabor yang berpotensi lolos kualifikasi Olimpiade seperti senam, angkat besi, panjat tebing, kanoe, dan lainnya. Belum lagi cabor yang bisa memberikan kejutan. Kami sedang mengupayakan untuk berhubungan baik dengan cabor-cabor untuk mengetahui kondisi mereka untuk lolos Olimpiade karena keadaan kan berbeda-beda," tutup dia.



Sumber: Suara Pembaruan