Kempora Ultimatum 9 Cabor yang Lalai LPJ Pelatnas

Kempora Ultimatum 9 Cabor yang Lalai LPJ Pelatnas
Atlet panahan recurve putra Indonesia Riau Ega Agatha (kedua kanan), Hendra Purnama (kiri), Ryan Rafi Adiputri (kedua kiri) dan Arif Dwi Pangestu mengikuti pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Panahan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sebanyak 16 atlet panahan Indonesia akan bertanding dalam SEA Games 2019 Filipina pada Desember mendatang. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 9 Januari 2020 | 09:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com-  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mengultimatum induk cabang olahraga (cabor) yang lalai karena hingga kini belum menyerahkan atau melengkapi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan pelatnas 2019. Pengurus cabor dituntut segera menyelesaikan laporan tersebut, agar dana pelatnas 2020 cair tepat waktu.

Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora, Chandra Bhakti menegaskan pihaknya sudah proaktif meminta LPJ pelatnas 2019 hingga akhir Desember 2019 lalu. Namun tetap saja hingga awal Januari 2020 masih saja ada cabor yang nakal dan bermasalah seperti laporan tidak lengkap. Bahkan parahnya ada 9 cabor yang belum menyerahkan sama sekali. Maka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, Yayan Rubaeni akhirnya mengeluarkan surat peringatan kedua bagi cabor yang belum serahkan LPJ.

"Banyak alasan mereka. Mulai dari berhati-hati menyusun LPJ, tidak ada panduan, waktunya berdekatan dengan SEA Games 2019 dan baru tutup tahun. Padahal ini sudah disosialisasikan jauh-jauh hari cara menyusun LPJ dan tenaga kami juga terbatas. Tidak mungkin kami mengirim tim akuntan ke semua cabor. Cabor pun seharusnya sudah punya akuntan sendiri-sendiri, dan sebenarnya sudah ada cabor yang miliki akuntan eksternal sendiri," ungkap Chandra ketika dihubungi SP, Kamis (9/1/12020).

Kempora telah mengeluarkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk pelatnas 2019. Dari 49 cabor penerima anggaran pemerintah, belum semuanya memberikan laporan pertanggungjawabannya. Padahal Kempora telah mengimbau kepada cabor yang telah menerima dana pelatnas untuk menyampaikan LPJ sebelum 31 Desember sebagaimana yang sudah tertuang dalam kesepakatan bersama dan petunjuk teknis.

Tercatat ada 9 cabor yang belum memberi laporan atas penggunaan anggaran pelatnas 2019 100 persen. Ke-9 cabor itu adalah renang, atletik, taekwondo, bola tangan, selancar, squash, basket, sepatu roda dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Sementara FPTI (Panjat tebing) baru kemarin Rabu (8/1/2020) sore menyerahkan ke Kempora.

Sementara 16 cabor yang sudah mengirimkan LPJ dinyatakan belum lengkap. Yakni, Perpani (panahan), Perbakin (menembak), PRUI (rugby), PHSI (hoki), dan Pordasi (berkuda), Ferkushi (kurash), FOPI (Petanque), Pertina (tinju), ISSI (sepeda), AFI (floorball), Percasi (catur), FISI (ice skating), FHEI (hoki es), PSAWI (ski air), PESTI (soft tenis), dan PGI (golf).

Chandra juga mengaku pihaknya sudah bekerja keras dalam hal ini dan tidak ingin Kempora terus disalahkan karena telat mengucurkan dana, padahal faktanya pihak caborlah yang tidak disiplin. Bahkan kalau mau ditelusuri apakah mereka sudah benar-benar melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar yang diminta termasuk dalam pembinaan dan prestasi atlet atau belum.

Sekretaris Kempora Gatot S. Dewa Broto mengatakan di awal sebelum SEA Games pemerintah sudah mengingatkan LPJ paling lambat 31 Desember. Tapi faktanya molor dan baru 8 cabor yang betul-betul lengkap. Sementara yang lain sudah disodorkan tapi belum lengkap.

Sebagai ultimatum, Gatot menyebut bahwa induk cabor yang kedapatan belum juga menyelesaikan masalah itu bakal terancam telat atau bahkan tidak mendapatkan pencairan dana untuk periode 2020. Pencairan dana Pelatnas bakal dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora.

"Kalau mereka terlambat yang kerepotan kami Kempora. Nanti kami dinilai tak serius mengingatkan cabor. Ujung-ujungnya ini akan berdampak pada penggelontoran anggaran pelatnas olimpiade telat lagi. Jadi nanti jangan salahkan kami kalau telat lagi," tutup Gatot. 



Sumber: Suara Pembaruan