Demi Pembinaan Atlet, Joyada Ajukan Keringanan Pajak Golf

Demi Pembinaan Atlet, Joyada Ajukan Keringanan Pajak Golf
Bakal Calon Ketua Umum PGI DKI Jakarta, Joyada Siallagan (tengah berdiri) menyampaikan visi-misi di hadapan stakeholder golf, di Jakarta, Kamis (9/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Hendro Situmorang)
Hendro D Situmorang / FER Kamis, 9 Januari 2020 | 22:04 WIB

Depok, Beritasatu.com - Bakal calon ketua umum (caketum) Persatuan Golf Indonesia (PGI) DKI periode 2020-2024, Joyada Siallagan, ingin melobi legislatif maupun eksekutif supaya bisa meringankan atau menurunkan pajak lapangan golf. Hal ini guna pembinaan atlet-atlet muda golf bisa mengakses lapangan golf untuk berlatih di wilayah Jakarta.

Joyada Siap Genjot Prestasi Pegolf Jakarta

Hal itu diutarakan usai turnamen golf bertajuk 'Sahabat Joyada Untuk PGI DKI Jaya Lebih Maju' di Lapangan Golf Emeralda, Cimanggis, Depok, Kamis (9/1/2020). Turnamen ini diikuti 120 pegolf yang merupakan perwakilan dari klub-klub golf yang menjadi anggota PGI DKI Jaya.

"Kami akan meminta kepada pemerintah soal keringanan pajak untuk kegiatan golf khususnya bagi para atlet golf DKI. Ini guna menghapus stigma bahwa golf adalah olahraga mahal, sehingga cabang olahraga golf lebih memasyarakat lagi. Yang membuat pajak itu kan pemerintah. Jadi pemerintah dan DPRD yang kami lobi," ujarnya usai penyampaian visi misi di depan para peserta turnamen sekaligus meminta masukan dari para perwakilan klub demi pembinaan prestasi golf di DKI Jaya yang lebih maju lagi.

Program tersebut menjadi salah satu unggulan bagi Joyada. Saat ini, pendaftaran caketum sudah dibuka. Setiap calon wajib mendapatkan dukungan minimal dari lima klub dari total 90 klub anggota PGI DKI Jakarta. Sampai sejauh ini, baru nama Joyada yang sudah mendaftar.

Kempora Ultimatum 9 Cabor yang Lalai LPJ Pelatnas

Pemilihan ketum PGI DKI Jakarta sendiri akan dilangsungkan pada Musyawarah Provinsi (Musprov) yang rencananya digelar pada 19 Januari di Gedung KONI DKI, Jakarta Pusat. Adapun, Ketum PGI DKI saat ini Ferrial Sofian sudah dipastikan tidak bisa maju lagi karena telah menjabat dua periode.

Mengenai program tersebut, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu optimistis untuk bisa menurunkan pajak. Pihaknya merasa memiliki jaringan dan akses untuk melobi legislatif dan eksekutif.

"Fasilitas olahraga harus lebih murah. Berapa persennya belum tahu. Bisa turun sampai 20 persen juga sudah bagus. Tapi kami harap bisa sampai 50 persen bahkan kalau perlu lebih," ujar Joyada

Berdasar analisisnya sejauh ini, kata Joyada, besarnya pajak menjadi salah satu sumber masalah pembinaan golf yang berada di Indonesia secara umum. Kebanyakan, pegolf muda yang lahir itu berkat pembinaan dari orang tuanya sendiri.

"Sekarang kami mau buat PGI DKI ini untuk menjadikan pembinaan. Supaya apa? yang namanya golfer muda bisa mengakses lapangan goldf dengan murah. Itu saja. Tidak ada lagi stigma golf mahal," paparnya.

Di sisi lain, Joyada juga merasa prihatin dengan prestasi para pegolf Indonesia yang kalah dibanding dengan pegolf dari negara lainnya terutama di kawasan Asia Tenggara.

"Misalnya saja dengan Myanmar, jika dibandingkan jumlah padang golf di Indonesia saat ini jauh lebih banyak. Tapi kok, kenapa prestasi pegolf Indonesia masih berjalan di tempat? Perlu dilakukan terobosan-terobosan untuk lebih banyak lagi mencetak pegolf andal, salah satunya dengan menggelar lebih banyak lagi kalender turnamen," tutup Joyada.



Sumber: Suara Pembaruan