Menpora Apresiasi Perkembangan Pesat Esports

Menpora Apresiasi Perkembangan Pesat Esports
(kiri ke kanan) Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2020, Giring Ganesha, Ketum KONI Pusat Marciano Norman, Menpora Zainudin Amali, Deputi Infrastruktur Kemparekraf Hari Santosa dan Wakil Dewan Pembina Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Sandiaga Uno menggelar konferensi pers hasil Grand final Piala Presiden Esports 2020 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang, Minggu, 2 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Minggu, 2 Februari 2020 | 19:06 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Grand final Piala Presiden Esports 2020 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu-Minggu 1-2 Februari membuktikan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah mampu meningkatkan sportivitas dan profesionalisme dalam menggelar acara, apalagi untuk 2 gim yang menghasilkan juaranya berasal dari Vietnam.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bahkan memberikan apresiasi terhadap perkembangan cabang olahraga baru ini.

"Sebagai salah satu cabang olahraga baru, kompetisi esports membuktikan perkembangan yang pesat dan meriah serta makin diminati. Tercatat 177.098 pemain yang terlibat selama Piala Presiden Esport 2020 berlangsung. Jumlah ini melonjak drastis dari gelaran tahun lalu sebanyak 18.000 pemain. Semoga olahraga elektronik ini menjadi penyaluran yang positif bagi generasi muda kita," kata menpora usai acara pada Minggu (2/2/2020).

Wakil Dewan Pembina Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Sandiaga Uno menambahkan sebagai lembaga esports yang baru lahir akan terus mendorong kegiatan positif yang dilakukan para stakeholder untuk terus tumbuh dan berkembang. Harapan masyarakat luas, PB Esports bisa bergerak cepat.

"Peningkatan peserta tahun ini luar biasa. Para atlet esports bisa ditata regulasinya agar mampu mengikuti kompetisi yang bisa mengangkat nama bangsa dan menjadi atlet kelas dunia. Kita berharap pada suatu saat Merah Putih bisa berkibar dan membawa kebangaan bangsa Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Sandi.

Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2020, Giring Ganesha menuturkan, ajang ini memantik antusiasme para pejuang esports yang tak hanya berasal dari Indonesia tapi juga di kawasan regional Asia Tenggara. Hal ini terbukti dari tingginya para atlet esports yang mendaftar di tahun ini yang mencapai hampir 180 ribu peserta.

“Kami gembira dengan antusiasme dan semangat yang ditunjukan para atlet dalam Grand Final Piala Presiden hari ini. Kami optimis bahwa melalui Piala Presiden, ekosistem dan industri esports kita punya masa depan yang cerah,” ungkap Giring.

Grand Final Piala Presiden Esports 2020 diikuti ratusan atlet esports dari Asia Tenggara yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja dan Indonesia. Sebanyak empat gim langsung dilombakan yakni Mobile Premiere League (MBL) - Fruit Dart, Free Fire, eFootball Pro Evolution Soccer (PES) dan game karya anak bangsa Ultra Space Battle Brawl (USBB).

Untuk Juara gim Free Fire dijuarai oleh Team Flash asal Vietnam yang mengalahkan 11 tim lainnya dari berbagai negara. Sementara gim eFootball Pro Evolution Soccer berhasil diraih oleh Nguyen Tuan Anh (Vietnam) setelah berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Do Trung Thanh. Nguyen yang memakai tim Manchester United sukses menumbangkan Do Trung Thanh yang memakai tim Bayern Munchen dengan skor 2-1.

Sementara di gim MBL Fruit Dart, juara berhasil diraih oleh Aby Ramadhan setelah mengalahkan babak final Mohammad Miftahul fajar dengan skor 3-1. Tim USBB berhasil dimenangkan oleh Dio. USSB merupakan game lokal yang terpilih untuk tampil di gelaran Piala Presiden Esports 2020.Game yang dibuat oleh anak-anak Surabaya ini dipilih karena memuat berbagai kearifan khas Indonesia, mulai dari penamaan karakter hingga musik yang memadukan musik daerah di Indonesia.



Sumber: Majalah Investor