Petarung Rama Supandhi Percaya Diri Rebut Gelar One Pride MMA

Petarung Rama Supandhi Percaya Diri Rebut Gelar One Pride MMA
Petarung One Pride MMA Rama Supandhi (kiri) saat menjalani latihan. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 11 Februari 2020 | 12:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rama Supandhi semakin percaya diri menatap laga perebutan sabuk juara One Pride MMA di kelas Flyweight yang akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, pada tanggal 15 Februari 2020 mendatang. Pasalnya, pria kelahiran Los Angeles, 7 November, 28 tahun silam tersebut baru saja mendapat dukungan dari suplemen herbal Multigon untuk menjadi salah satu duta produk kesehatan suplemen herbal lokal.

Bagi Rama, kepercayaan ini semakin mempertebal keyakinannya untuk bisa mengalahkan lawannya, Suwardi dari sasana Asta Bogor.

"Saya berterima kasih kepada Multigon atas kepercayaannya. Sebelumnya saya juga sudah mendengar Rudy Ahong telah mendapat dukungan dari produk suplemen herbal lokal ini. Tentunya bangga yah bisa bersanding dengan Ahong. Saya sudah minum multigon rutin 1 bulan terakhir sebelum bertanding, terbukti imunitas tubuh saya semakin fit dan tidak cepat lelah, mengingat pogram latihan coach Max Metino selama empat bulan belakang ini sangat keras setiap harinya. Badan saya seperti babak belur dibuatnya, semua demi target sabuk juara di kelas Flyweight," ujar Rama Supandhi yang berada di naungan Warrior Fight Camp usai menjalani latihan di Jakarta, Kamis (11/2/2020).

Rama mulai menggeluti dunia olahraga beladiri sejak usia 18 tahun di mulai di cabang taekwondo. Pria yang mendapat julukan "The HellBoy" tersebut akhirnya jatuh cinta dan memulai peruntungannya di dunia Mixed Martial Arts kala bertemu Max Metino sepuluh tahun silam. Tangan dingin Max "Ombak" Metino dalam membentuk karakter bertarung Rama di Octagon akhirnya berbuah manis. Berbagai kemenangan pun mulai tertulis dalam Curriculum Vitae prestasinya di dunia beladiri, seperti Gold Medal Indonesia Submission Championship tahun 2012 dan 2015.

Bukan tanpa disengaja pula, ia mengidolai pelatihnya sendiri Max Metino sebagai salah satu role modelnya di dunia MMA. Sadar dunia yang digelutinya saat ini sarat dengan cedera, ia juga memberikan saran kepada para atlit muda MMA untuk memperhatikan gaya hidup sehat dan berlatih cerdas dengan program yang disesuaikan baik saat bertanding ataupun ketika menjaga kondisi saja.

Menurutnya sangat penting menjaga pola makan dengan makanan yang mengandung nutrisi yang baik, termasuk saya mengonsumsi suplemen herbal. Selain itu siapkan program dengan pelatih, bukan asal-asalan latihan fisik saja, tapi teknik tidak diasah.

"Lebih bagus lagi kita scouting lawan dari cuplikan video pertandingan lawan kita. Tidak kalah pentingnya adalah melawan diri sendiri, pelatih bertugas menyusun program, tapi saat di octagon, kitalah yang menentukan apakah mau menang atau kalah," imbuh Rama Supandhi,

CEO Multigon, Andry Taneli, tidak lupa memberikan dukungan kepada Rama Supandhi dan berharap ia dapat merebut gelar juara One Pride MMA di kelas Flyweight pada pertengahan Februari mendatang.

"Selamat datang di keluarga besar Multigon. Saya doakan sukses untuk pertarungannya dan mengucapkan selamat bertanding untuk Rama Supandhi dan juga coach Max Metino yang menjadi mentornya. Kalah dan menang itu adalah bagian dari pertandingan. Jika menang semoga tidak larut dalam euforia berlebihan, jika kalah itu juga bukan akhir dari segalanya," komentar Andry Taneli, yang pagi tadi turut menyaksikan latihan rutin Rama Supandhi bersama pelatihnya Max Metino.

Selama berlaga di One Pride MMA Rama Supandhi sudah berhasil mengalahkan lawan-lawannya seperti Edo Ardo, Senna Saputra, Nurdiono, Sutrisno dan Winardo.



Sumber: BeritaSatu.com