Termasuk Monas, Jakpro Ingin Lintasan Formula E Diaspal Permanen

Termasuk Monas, Jakpro Ingin Lintasan Formula E Diaspal Permanen
Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu (22/1/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra)
Yustinus Paat / YUD Jumat, 14 Februari 2020 | 21:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengharapkan rute atau lintasan Formula E diaspal secara parmanen. Menurut Dwi, terdapat banyak keuntungan jika lintasan Formula di Kawasan Indonesia Merdeka termasuk Monas diaspalkan secara parmanen.

"Kalau nanti di-overlay (aspal), saya pribadi berharap itu sudah dipermanenkan saja jangan diangkat atau kelupas lagi," ujar Dwi dalam acara media briefing Penyelenggaraan Formula E Jakarta di Novotel, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Dwi mengakui saat ini, Jakpro mempunyai dua pilihan terhadap rute balapan yang melintas Monas lantaran terdapat batu alam atau cobblestone. Kedua pilihan tersebut adalah pelapisan cobblestone dengan aspal atau membongkar semua cobblestone lalu diganti aspal baru secara parmanen.

"Kalau dipermanenkan tentu bisa digunakan lagi untuk ajang balapan lainnya," tandas dia.

Apalagi, kata Dwi, di bawah cobblestone itu adalah semen yang tidak menyerap air. Hal tersebut, menurut dia, tidak jauh berbeda jika diaspalkan secara permanen.

"Sekarang pun di bawah cobblestone itu semen, bukan tanah. Kalau nanti di overlay (aspal), kan sama saja," ungkap dia.

Selain itu, lanjut Dwi, aspal justru lebih ramah untuk warga disabilitas yang akan berkunjung ke pelataran Monas. Pasalnya, dengan cobblestone, warga disabilitas kesulitan jalan di Monas.

"Nah, ini artinya kontribusi kita juga kalau misalnya nanti tidak dikelupas. Ini untuk fasilitas teman-teman kita yang disable, untuk menikmati Monas dengan lebih nyaman," pungkas dia.

Dwi mengakui, pembongkaran dan pengaspalan secara permanen menang membutuhkan waktu lebih lama. Sementara pelapisan cobblestone, tepatnya di area-area di mana jalur trek, tribun, pit, dan paddok, lebih mudah dan cepat.

"Kalau pilihannya pelapisan, teknologi yang membuat lapisan aspal sementara itu bisa segera dilepas setelah event sudah ada sehingga cobble stone akan kembali seperti semula," pungkas Dwi. 



Sumber: BeritaSatu.com