Jaga Anggaran Pelatnas, Menpora Siap Pecat Oknum Kempora

Jaga Anggaran Pelatnas, Menpora Siap Pecat Oknum Kempora
Menpora Zainudin Amali (tengah) menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yayan Rubaeni (kiri), dengan pihak cabor Ketum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar (kanan) terkait dana fasilitasi Pelatnas Olimpiade 2020 dan Pembinaan Jangka Panjang di Media Center Kempora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020). (Foto: BeritaSatu Photo / Hendro D Situmorang)
Hendro D Situmorang / YUD Kamis, 20 Februari 2020 | 17:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menegaskan siap memecat bila ada oknum atau anak buahnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) yang memotong dana pelatnas cabang olahraga (cabor) baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Makanya saat penandatangan nota kesepahaman (MoU) ini saya meminta ketua umum cabornya langsung. Saya meminta pimpinan cabor langsung WA atau telepon saya langsung bila ada oknum Kempora yang memotong atau minta uang tanda jasa balik atau istilahnya cash back dari dana pelatnas ini. Nanti saya pecat langsung kalau memang terbukti benar. Kinerja saya pun ada mengontrol juga. Jadi kami terbuka semuanya," kata Zainudin kepada Beritasatu.com usai Mou dengan 2 cabor terkait bantuan pemerintah untuk dana pelatnas di Gedung Kempora, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Penandatanganan MoU antara Kempora dan cabor yang diwakili oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar.

Baca juga: Lifter Muda Indonesia Dapatkan Bonus dari Kempora

“Ini bukti keseriusan pemerintah membantu cabor. Untuk itu kami minta timbal balik cabor dengan memberikan prestasi,” ujar politisi Golkar itu.

PB ISSI mengajukan proposal dana sebesar Rp 8,8 miliar plus 9 atlet untuk pelatnas. Kempora menyetujui 8 atlet ditambah kucuran dana sebesar Rp 6,2 miliar. Sedangkan PP Pelti mengusulkan 20 atlet dengan total anggaran Rp 19,3 miliar. Kempora merestui 10 atlet dengan bantuan dana sebesar Rp 5,9 miliar .

“Kami ingin apa yang diberikan bisa dimanfaatkan pembinaan dan prestasi di cabang,” tegas Menpora.

Dana yang diberikan pemerintah diperuntukkan bagi pelaksanaan pelatnas Olimpiade sebagai prioritas dan pembinaan jangka panjang. Selain itu, bantuan juga dapat dimanfaatkan para atlet pelapis dan junior untuk Asian Games 2022, Olimpiade 2024, serta SEA Games 2021 dan 2023. Dengan harapan konsistensi prestasi dan target prestasi dapat terealisasi.

Baca juga: Piala Dunia Basket 2023, Indonesia Akan Bangun Stadion Mewah

Komponen bantuan dana dapat dipakai untuk honorarium, akomodasi, uji coba, latihan, suplemen makanan, peralatan cabor, dan BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek bagi manajer, pelatih, atlet, dan tenaga pendukung lainnya.Dia pun mengingatkan agar para federasi untuk patuh administrasi dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Berkaca dari LPJ anggaran tahun lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) banyak menemukan adanya pemakaian anggaran yang berbeda dari apa yang diusulkan.

“Kesepakatan untuk kegiatan A, tapi dalam praktiknya kegiatan B. Memang tidak korupsi, tapi oleh BPK itu tidak dibenarkan. Saya minta ketertiban administrasi. Kami adakan pendampingan supaya benar,” tegas Menpora.

Pekan lalu, Kempora juga telah melakukan MoU terhadap tiga federasi, yaitu PP PBSI (bulu tangkis), PP PABSSI (angkat besi), dan PP PBVSI (bola voli).

Tidak hanya cabor-cabor tersebut, finalisasi ulasan dan seleksi tengah berlangsung untuk Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Kempora belum mengulas proposal dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Sebab PRSI baru mengajukan proposal per 18 Februari lalu. Sementara untuk Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), disebut belum mengirim proposal.

 



Sumber: BeritaSatu.com