Tim Panjat Tebing Indonesia Masih Berpeluang ke Olimpiade 2020

Tim Panjat Tebing Indonesia Masih Berpeluang ke Olimpiade 2020
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid (kanan) dan Menpora Zainudin Amali (tengah) usai penandatanganan MoU antara FPTI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa, 10 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 10 Maret 2020 | 20:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa disapa Yenny Wahid menyatakan Tim Panjat Tebing Indonesia masih berpeluang tampil di kejuaraan terbesar dunia yakni Olimpiade 2020.

"Oleh karena itu kami FPTI berusaha keras menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia 2020 yang sempat tertunda di Jepang. Kejuaraan itu menjadi satu-satunya peluang tim panjat tebing Indonesia mengirim wakilnya untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Kalau kita juara, maka punya tim Indonesia punya tiket ke Olimpiade. Tentunya faktor tuan rumah sangat berpengaruh," kata Yenny usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Gedung Kempora Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Kejuaraan yang harusnya digelar di Jepang Mei 2020 resmi ditunda oleh karena wabah virus corona baru (Covid-19). Indonesia kemudian mengirim surat ke Federasi Panjat Tebing Asia (IFSC) untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah.

“Kami kirim surat tanggal 6 Maret kemarin. Malam ini keputusannya melalui voting. Kalau Indonesia jadi tuan rumah kans untuk atlet Indonesia ke Olimpiade masih terbuka,” jelasnya.

Menurutnya Indonesia berpeluang untuk menjadi tuan rumah lantaran didukung beberapa negara Asia Tenggara. Pemenang dari kejuaraan itu akan dipastikan mendapat tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

“Banyak negara Asia Tenggara mendukung kami. Tapi Korea Selatan menginginkan kejuaraan ini dibatalkan. Kalau batal peluang dia di Olimpiade besar,” jelas dia.

Yenny menjelaskan, jika diputuskan menjadi tuan rumah, kejuaraan itu akan digelar 19-22 April di Jakarta International Sport Climbing di Cakung, Jakarta Timur.

Sementara untuk atlet, ia menaruh harapan ke dua atlet putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu dan Nurul Iqamah. Indonesia, kata Yenny selama ini unggul di pada nomor kecepatan atau speed. Namun, Kejuaraan Asia nanti akan dipertandingkan nomor kombinasi lead, speed, dan boulder.

“Kami tetap optimis. Walaupun atlet-atlet kita ini unggul hanya di nomor speed. Tapi ini satu-satunya jalan, lolos atau tidak sama sekali,” kata Yenny.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mendukung upaya atlet panjat tebing Indonesia untuk bisa tampil di Olimpiade. Jika Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, pemerintah tentunya siap mendukung FPTI.

“Kita tunggu hasilnya diputuskan jadi tuan rumah atau tidak. Setelah itu baru kita koordinasikan apalagi ini kan waktunya sudah sempit,” kata Zainudin. 
Attachments area



Sumber: BeritaSatu.com