Pelatnas Panahan Alami Kendala Menuju Olimpiade 2020

Pelatnas Panahan Alami Kendala Menuju Olimpiade 2020
Atlet panahan recurve putra Indonesia Riau Ega Agatha (kedua kanan), Hendra Purnama (kiri), Ryan Rafi Adiputri (kedua kiri) dan Arif Dwi Pangestu mengikuti pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Panahan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sebanyak 16 atlet panahan Indonesia akan bertanding dalam SEA Games 2019 Filipina pada Desember mendatang. ( Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan )
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 20 Maret 2020 | 17:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim pelatnas panahan Indonesia mengalami dua kendala dalam menuju Olimpuade 2020 Tokyo. Pertama, adanya ego pelatih yang selalu mewarnai setiap pelatnas dalam menghadapi multievent dan kedua, terganggunya program akibat wabah virus corona atau covid 19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Illiza Sa'aduddin Djamal menyatakan tetap optimistis mampu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam mempersiapkan Tim Pelatnas Panahan Indonesia.

"Saya optimistis bisa menyelesaikan berbagai kendala dalam mempersiapkan Tim Pelatnas Panahan Indonesia menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan prestasi pemanah Indonesia sehingga bisa memenuhi target yang diinginkan," kata Illiza ketika dihubungi awak media Jumat (20/3/2020).

Guna menghilangkan adanya ego pelatih, PB Perpani akan melakukan seleksi nasional pelatih dan atlet Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar di Lapangan Panahan Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, 25-30 Maret 2020 mendatang.

"Saya tidak ingin ada pelatnas di daerah lain. Seluruh atlet dan pelatih harus menjalani pelatnas sentralisasi di Jakarta. Itu keputusan dalam rapat pengurus PB Perpani yang harus ditaati dan saya yakin semua mendukungnya. Tentang siapa pelatih yang menangani pelatnas akan ditentukan dalam seleksi nanti. Yang pasti, mereka yang terbaik bakal terpilih," jelas Illiza Sa'adudin yang akrab dipanggil Bunda di kalangan masyarakat Banda Aceh tersebut.

Baca JugaImbas Corona, Program Try Out Cabor Dihentikan

Mengenai persiapan Tim Pelatnas Panahan Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, ia mengaku waktunya memang tertunda karena dirinya baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PB Perpani 28 Februari lalu mengantikan posisi Kelik Wirawan Widodo.

"Kita baru bisa bergerak setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat, 15 Maret 2020. Dalam rapat pengurus 17 Maret 2020 lalu, kita sudah menetapkan program dan jadwal pelatnas Tim Panahan Olimpiade dimulai 1 April 2020," ungkapnya.

Baca JugaTerpilihnya Illiza sebagai Ketua Umum PP Perpani Disambut Baik

Meski sudah tersusun program pelatnas menuju Olimpiade Tokyo 2020, lanjut Illiza, tak semuanya bisa dijalankan terkait adanya wabah Covid 19 melanda dunia.

"Dua program pelatnas Olimpiade terpaksa dibatalkan yakni event di Thailand dan Shanghai, Tiongkok karena adanya Covid 19. Dan, kita untuk semntara menjalani pelatnas di Jakarta saja," urai dia.

Di Olimpiade Tokyo 2020, PB Perpani sudah meraih dua tiket melalui Riau Ega Agatha dan Dianda Coirunissa untuk nomor recurve perorangan putra dan putri. Mereka dipastikan lolos berdasarkan hasil yang diraih pada Asian Games Jakarta 2018. Riau Ega meraih perunggu dan Dianda meraih perak.

Untuk menambah tiga tiket ke Tokyo, PB Perpani juga telah mempersiapkan delapan atlet untuk diterjunkan pada Kejuaraan Dunia Panahan di Berlin, Jerman, 21-28 Juni 2020. Mereka ditugaskan untuk merebut nomor recurve beregu putra dan putri dan campuran.

"Saat ini, mereka memang menjalani latihan di daerah masing-masing. Mulai 1 April nanti, mereka sudah masuk pelatnas di Jakarta untuk dipersiapkan merebut tiga tiket pada Kejuaraan Dunia Panahan di Jerman. Kita berharap mereka bisa masuk dalam tiga besar untuk memastikan tiket tersebut," katanya.

Selain menjalani latihan di Jakarta, kata Alman Hudri, Wakil Ketua Umum PB Perpani, Tim Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 direncanakan akan menjalani Trainning Camp (TC) di Belanda, Mei hingga Juni 2020.

"Kalau tidak ada halangan TC Tim Pelatnas Olimpiade akan dilakukan di Belanda. Dan, kita berharap mereka bisa meningkatkan prestasinya agar keinginan untuk mendapatkan tiga tiket lagi bisa terwujud," ujar Alman Hudri.

Sementara daftar nama atlet Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 adalah Riau Ega Agta (Jawa Timur), Hendra Purnama (DI Yogyakarta), Ryan Rafi Adiputro (Banten), Arif Dwi Pangestu (DI Yogyakarta), Titik Kusumawardani (DI Yogyakarta), Diananda Choirunnisa (Jawa Timur), Linda Lestari (Kalimantan Tengah) dan Asiefa Nur Haenza (Jawa Timur). 



Sumber: BeritaSatu.com